Periskop.id - Tentara Nasional Indonesia (TNI) tengah menjadi sorotan tajam. Kasus terbaru yang memicu kemarahan publik adalah penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. 

Insiden ini terjadi pada Kamis malam (12/3/2026)\, di Jalan Salemba, Jakarta Pusat. Saat itu, korban sedang mengendarai sepeda motor dalam perjalanan pulang dari kantor YLBHI.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius mencapai 24 persen di bagian wajah, dada, dan tangan. Area mata korban bahkan terancam mengalami kerusakan permanen. 

Pada Rabu (18/3/2026), Puspom TNI bergerak cepat dengan menetapkan empat prajurit dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI sebagai tersangka, yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Keempatnya kini ditahan di fasilitas Super Security Maximum Pomdam Jaya. Mereka dijerat Pasal 467 KUHP (UU No. 1 Tahun 2023) tentang penganiayaan berencana dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Hingga saat ini, Puspom TNI masih mendalami motif di balik serangan tersebut secara intensif.

Banyak warganet yang mempertanyakan soal pengawasan di jajaran TNI, mengingat kasus kekerasan dan penyerangan yang melibatkan oknum dari instansi tersebut tidak terjadi hanya sekali.

Bila menoleh ke belakang, terjadi serangkaian insiden kekerasan yang melibatkan oknum prajurit sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. Mulai dari penganiayaan warga sipil, bentrokan antarinstansi, hingga tindakan sadis terhadap aktivis hak asasi manusia.

Berikut adalah beberapa peristiwa fatal lainnya yang melibatkan oknum prajurit TNI yang telah dirangkum oleh tim Periskop:

Tragedi Penembakan Bos Rental Mobil di Tol Tangerang-Merak

Salah satu peristiwa kriminal paling menghebohkan sepanjang 2025 adalah penembakan di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak pada Kamis (2/1/2025) pukul 04.20 WIB. 

Korban tewas adalah Ilyas Abdurrahman (48), pemilik usaha rental mobil, sementara rekannya Ramli (60) mengalami luka-luka.

Kejadian bermula dari penggelapan mobil milik Ilyas oleh penyewa bernama Ajat Sudrajat. Saat Ilyas dan anaknya, Rizky, mencoba mengejar mobil yang terlacak di Pandeglang, terjadi aksi kejar-kejaran hingga ke rest area. 

Di sana, tiba-tiba terdengar lima kali letusan tembakan yang dilepaskan oleh tiga oknum prajurit TNI AL: Kelasi Kepala Bambang Apri Atmojo, Sertu Bahari Akbar Adli, dan Sertu Rafsin Hermawan. 

Pada Selasa (25/3/2025), Majelis Hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta menjatuhkan vonis seumur hidup dan pemecatan untuk Bambang serta Akbar, sementara Rafsin dihukum 4 tahun penjara dan dipecat.

Penyerangan Markas Polres Tarakan

Ketegangan antar-instansi pecah pada Senin (24/2/2025) sekitar pukul 23.30 Wita di Kalimantan Utara. 

Sejumlah oknum TNI yang diduga berasal dari personel Bantuan Penugasan (BP) Satgas Yonif 614/Raja Pandhita (RJP) melakukan penyerangan ke Mapolres Tarakan di Jalan Yos Sudarso. 

Aksi anarkis ini mengakibatkan enam anggota polisi mengalami luka-luka hingga harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Penculikan dan Pembunuhan Kepala Cabang Bank BRI

Publik kembali digegerkan pada September 2025 dengan kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BRI bernama M. Ilham Pradipta (37). 

Dalam pengusutan kasus ini, pihak berwenang menetapkan 16 orang warga sipil sebagai tersangka. Namun yang lebih mengejutkan, dua anggota TNI AD dari satuan elite Kopassus, yakni Serka N dan Kopda FH, turut terlibat dan menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut.

Insiden Penembakan Warga di Asmat Papua

Pada Sabtu (27/9/2025) pukul 07.45 WIT, seorang warga di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, tewas akibat tembakan oknum TNI dari Satgas 123/Rajawali. 

Peristiwa bermula saat prajurit berusaha menenangkan korban yang sedang mabuk dan mengamuk. Karena korban tetap agresif dan melukai dua warga lain, anggota TNI melepaskan tembakan peringatan yang justru mengenai korban hingga meninggal dunia. 

Hal ini berbuntut panjang dengan aksi massa yang menyerang dan membakar Pos Satgas Yonif 123/Rajawali di Jalan Pemda, Distrik Agats.

Penganiayaan Maut Terkait Narkoba di Depok

Awal tahun 2026 dibuka dengan berita kelam dari wilayah Tapos, Kota Depok. Pada Jumat (2/2/2026), dua pria berinisial WAT (24) dan DN (39) menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota TNI AL. 

Motif kejadian diduga terkait dengan transaksi narkoba. WAT meninggal dunia akibat luka sayatan benda tajam, sedangkan DN harus menjalani perawatan intensif di RS Brimob Depok.

Arogansi Oknum TNI Terhadap Driver Ojek Online

Kekerasan jalanan melibatkan oknum TNI kembali terjadi pada Rabu (4/2/2026). 

Di Meruya Utara, Kembangan, seorang driver ojol bernama Hasan (26) dianiaya oleh oknum perwira TNI yang berdinas di Denma Mabes TNI. Masalah dipicu oleh ketidaksesuaian alamat tujuan penumpang bernama Nur dengan aplikasi.

Saat Hasan meminta petunjuk melalui telepon pelaku, ia justru mendapat makian. Setibanya di lokasi, Hasan terlibat cekcok dengan anak pelaku hingga akhirnya oknum perwira tersebut keluar membawa batang besi dan memukuli Hasan.