periskop.id - Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi membuka pelatihan komponen cadangan (komcad) bagi aparatur sipil negara (ASN). Sebanyak 1.773 ASN dinyatakan siap mengikuti pendidikan dasar militer di enam fasilitas TNI.
Melansir Antara, Kepala Badan Cadangan Nasional Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema, menegaskan bahwa jumlah tersebut merupakan gelombang pertama.
“Kita resmikan untuk pembukaan latihan sejumlah 1.773 calon ASN komcad. Ini baru gelombang pertama,” ujarnya saat upacara di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (22/4).
Gabriel menjelaskan, para ASN telah melalui serangkaian seleksi ketat, mulai dari tes kesehatan hingga tes ideologi. Setelah lolos, mereka akan menjalani latihan dasar militer (latsarmil) di sejumlah pusat pendidikan, di antaranya Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmari 1 Marinir Cilandak.
Pelatihan ini berlangsung selama satu setengah bulan, dengan agenda pelantikan dijadwalkan pada Juni 2026.
“Selama pelatihan komcad berlangsung, para ASN akan menerima ragam materi dasar militer mulai dari menembak hingga materi yang berkaitan dengan penguatan jiwa nasionalisme,” kata Gabriel.
Program komcad ASN ini merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. UU tersebut menegaskan bahwa komponen cadangan dapat berasal dari masyarakat sipil, termasuk ASN, mahasiswa, dan pekerja swasta, yang secara sukarela mengikuti pelatihan militer untuk memperkuat pertahanan negara.
Menurut data Kemhan, sejak program komcad pertama kali digulirkan pada 2021, jumlah peserta terus meningkat. Hingga 2025, tercatat lebih dari 8.000 warga sipil telah dilatih sebagai komcad. Kehadiran ASN dalam gelombang terbaru ini dinilai strategis karena mereka memiliki peran ganda: sebagai pegawai negara sekaligus cadangan pertahanan.
Gabriel berharap, pelatihan ini tidak hanya membekali ASN dengan keterampilan militer, tetapi juga memperkuat semangat kebangsaan.
“Dengan adanya pelatihan ini, para ASN dapat memiliki semangat nasionalisme yang sama dalam menjalankan tugas pegawai negara,” tegasnya.
Pengamat pertahanan menilai langkah Kemhan melibatkan ASN sebagai komcad dapat memperluas basis pertahanan semesta. Selain itu, keterlibatan ASN juga diharapkan mampu meningkatkan disiplin, loyalitas, dan kesiapsiagaan birokrasi dalam menghadapi ancaman non-militer seperti bencana, krisis energi, maupun serangan siber.
Tinggalkan Komentar
Komentar