periskop.id - Momen Jumat Agung selalu diperingati sebagai waktu yang khidmat untuk mengenang penyaliban Yesus Kristus. Meski inti pesannya seragam, ternyata setiap negara memiliki cara unik untuk mengekspresikan imannya. Mulai dari peragaan fisik yang berat hingga menerbangkan layang-layang, keberagaman ini menunjukkan betapa kayanya budaya manusia. Mari kita intip tujuh tradisi menarik dari berbagai belahan dunia dalam memperingati hari suci ini. 

1. Italia

Kota Roma menjadi pusat perhatian dunia saat Jumat Agung melalui tradisi Venerdi Santo. Puncak acara dipimpin langsung oleh Paus di Colosseum melalui prosesi Jalan Salib atau Via Crucis. Ribuan umat berkumpul membawa obor yang menerangi kegelapan malam, menciptakan suasana syahdu. Setiap perhentian dalam prosesi ini menjadi momen refleksi atas tahapan penderitaan Yesus menuju penyaliban.

2. Israel

Di Israel, khususnya Yerusalem, Jumat Agung dirasakan sangat sakral karena diyakini sebagai lokasi asli penyaliban. Umat Kristiani berkumpul untuk menyusuri rute yang dahulu dilewati Yesus menuju Bukit Golgota. Banyak peziarah yang memikul salib kayu besar di pundak mereka. Aksi ini dilakukan bukan sekadar seremoni, melainkan upaya mendalam untuk merasakan beban penderitaan yang pernah dipikul oleh Yesus demi menebus dosa umat manusia.

3. Filipina

Di Filipina, umat Kristiani menunjukkan kedalaman iman dan upaya penebusan dosa melalui peragaan ulang prosesi penyaliban. Selain itu, terdapat tradisi "Senakulo", sebuah pementasan jalanan berskala besar yang menghidupkan kembali kisah sengsara Kristus. Acara ini melibatkan ratusan warga yang mengenakan kostum khas tokoh-tokoh Alkitab hingga prajurit Romawi untuk menggambarkan peristiwa tersebut secara visual.

4. Meksiko

Meksiko menggelar peringatan yang melibatkan ribuan orang di Iztapalapa. Seorang pria dengan karakter kuat dipilih untuk memerankan sosok Yesus lengkap dengan mahkota duri. Sosok tersebut harus memikul salib kayu seberat 90 kilogram sejauh dua kilometer sambil menerima cambukan simbolis. Pertunjukan yang melibatkan sekitar 4.000 peraga ini selalu berhasil menarik perhatian ribuan penonton yang ingin menyaksikan perjuangan tersebut.

5. India

Di sejumlah daerah di India, peringatan Jumat Agung berlangsung dalam suasana yang sangat sunyi dan khidmat. Sebagai simbol duka, lampu-lampu gereja dipadamkan dan seluruh salib diselubungi kain hitam. Usai mengikuti misa sore, umat akan meminum ramuan pahit yang terbuat dari dedaunan dan cuka sebagai bentuk peringatan atas penderitaan yang dialami Yesus.

6. Bermuda

Tradisi di Bermuda mungkin terasa paling unik dan berbeda. Alih-alih suasana duka yang kental, penduduk lokal pergi ke pantai untuk menerbangkan layang-layang. Tradisi ini bermula dari ide kreatif seorang guru Sekolah Minggu yang ingin menjelaskan konsep kenaikan Yesus ke surga kepada murid-muridnya secara visual. Hingga kini, menerbangkan layang-layang sambil menyantap roti salib dan kue ikan cod menjadi cara khas warga Bermuda memaknai hari Jumat Agung.

7. Peru

Warga Lima di Peru memiliki tradisi ziarah yang berpusat pada sebuah salib bernama Lord of Miracles. Salib atau lukisan ini dibuat oleh seorang budak pada abad ke-17 dan dianggap memiliki kekuatan spiritual yang besar. Keunikannya terletak pada daya tahannya yang luar biasa, ikon ini tetap utuh meskipun kota tersebut sering kali dilanda gempa bumi besar. Hal inilah yang memicu ribuan umat untuk datang memberikan penghormatan.