periskop.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan jadwal operasional pasar modal dalam rangka memperingati hari libur nasional tahun 2026. Berdasarkan kalender bursa yang telah dirilis, aktivitas perdagangan saham akan dihentikan sementara pada Jumat, 3 April 2026 dalam rangka peringatan Wafat Yesus Kristus atau Jumat Agung.

Penetapan libur ini merujuk pada Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama. Sebagai bagian dari ekosistem keuangan nasional, BEI menyelaraskan jadwal operasionalnya dengan kalender resmi pemerintah.

Selama masa libur tersebut, seluruh kegiatan transaksi di pasar reguler, pasar tunai, dan pasar negosiasi ditiadakan. Tidak hanya perdagangan saham, layanan kliring yang dikelola oleh KPEI serta penyelesaian transaksi yang ditangani oleh KSEI juga akan berhenti beroperasi selama satu hari penuh.

Bagi para investor, penting untuk memperhatikan mekanisme penyelesaian transaksi (settlement) menjelang hari libur. Transaksi yang dilakukan pada hari-hari terakhir sebelum libur akan disesuaikan waktu penyelesaiannya, di mana dana atau saham akan efektif masuk ke rekening investor pada hari kerja berikutnya setelah masa libur berakhir.

Bursa Efek Indonesia dijadwalkan akan kembali membuka aktivitas perdagangan secara normal pada Senin, 6 April 2026. Para pelaku pasar diharapkan sudah dapat melakukan input order dan transaksi seperti biasa sejak sesi pra-pembukaan dimulai pada pagi hari di tanggal tersebut.

Pengumuman ini juga menjadi pengingat bagi para manajer investasi dan perusahaan efek untuk menyesuaikan jadwal operasional internal mereka. Biasanya, layanan penarikan dana (withdrawal) dari Rekening Dana Nasabah (RDN) ke rekening bank pribadi akan mengalami keterlambatan proses jika diajukan menjelang hari libur bursa.

Secara historis, momen libur panjang sering kali dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan evaluasi portofolio atau justru mengambil posisi wait and see. Dengan tutupnya bursa domestik, pergerakan indeks di pasar global selama hari Jumat akan menjadi sentimen utama yang akan direspons saat bursa saham dalam negeri kembali dibuka pada hari Senin.

Selain Jumat Agung, para pelaku pasar juga diingatkan untuk tetap memantau kalender bursa sepanjang bulan April 2026. Hal ini dikarenakan adanya potensi hari libur lain atau cuti bersama yang dapat memengaruhi volume perdagangan dan likuiditas pasar di Bursa Efek Indonesia.