Periskop.id - Dua kapal perusak AS dilaporkan memasuki Selat Hormuz pada Sabtu (11/4). Langkah ini menjadi perhatian global karena merupakan perlintasan pertama kapal perang Amerika Serikat sejak dimulainya ofensif militer bersama Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2).
Melansir USNI News, kapal yang dimaksud adalah USS Frank E. Petersen (DDG-121) dan USS Michael Murphy (DDG-112). Keduanya beroperasi di kawasan Teluk Persia sebagai bagian dari rencana militer Amerika Serikat untuk memastikan jalur strategis tersebut aman dari ancaman ranjau laut.
Menurut rilis resmi Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM, kehadiran kedua kapal ini bertujuan untuk memastikan selat sepenuhnya bersih dari ranjau laut.
Peran Strategis di Tengah Konflik Iran
Masuknya kapal perusak AS ke Selat Hormuz tidak dapat dilepaskan dari meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20% distribusi minyak dan gas global.
Gangguan di kawasan ini berpotensi memicu dampak luas terhadap pasar energi dunia. Oleh karena itu, kehadiran armada militer AS dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas jalur pelayaran internasional sekaligus memperkuat posisi militer di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Untuk memahami lebih jauh peran kedua kapal tersebut, berikut penjelasan mengenai spesifikasi, kemampuan, serta misi dari masing-masing kapal perusak AS yang terlibat.
USS Frank E. Petersen Jr. (DDG-121)
Melansir Cruising Earth pada Selasa, 14 April, USS Frank E. Petersen Jr. (DDG-121) merupakan kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut Amerika Serikat yang termasuk dalam kelas Arleigh Burke IIA TI.
Kapal ini mulai beroperasi pada 2020 dan hingga saat ini telah aktif selama sekitar enam tahun. USS Frank E. Petersen dibangun oleh Ingalls Shipbuilding di Pascagoula, Mississippi, dan memiliki pangkalan utama di Pearl Harbor, Hawaii.
Dari sisi spesifikasi, kapal ini memiliki panjang sekitar 510 kaki dengan lebar 66 kaki dan kedalaman (draft) 33 kaki. Kecepatan maksimum kapal mencapai 30 knot atau sekitar 34,5 mil per jam. Kapal ini diawaki oleh sekitar 380 personel dan memiliki bobot kotor sekitar 9.200 ton.
Sebagai kapal perusak modern, USS Frank E. Petersen dirancang untuk menjalankan berbagai misi tempur, mulai dari pertahanan udara, peperangan laut, hingga pengawalan armada.
Berdasarkan data pelacakan terbaru, kapal ini saat ini berada di kawasan Laut Arab dalam wilayah operasi CENTCOM. Sebelumnya, kapal ini sempat beroperasi di Laut China Selatan dalam wilayah Indo-Pasifik sebelum dialihkan pada Januari 2026.
Dalam penugasannya saat ini, USS Frank E. Petersen menjadi bagian dari Abraham Lincoln Carrier Strike Group dan menjalankan peran sebagai komandan pertahanan udara dalam operasi militer yang disebut Operation Epic Fury.
Melansir The Heritage Foundation, Operation Epic Fury merupakan kampanye militer udara dan rudal skala besar yang diluncurkan oleh Amerika Serikat bersama Israel pada Sabtu (28/2). Operasi ini menargetkan fasilitas nuklir, infrastruktur rudal dan drone, serta pusat komando IRGC Iran, dengan tujuan yang disebut sebagai “perdamaian melalui kekuatan”.
USS Michael Murphy (DDG-112)
USS Michael Murphy (DDG-112) juga merupakan kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut Amerika Serikat yang termasuk dalam kelas Arleigh Burke IIA.
Kapal ini mulai beroperasi pada tahun 2012 dan hingga kini telah aktif selama sekitar 14 tahun. USS Michael Murphy dibangun oleh Bath Iron Works di negara bagian Maine dan memiliki homeport di Pearl Harbor, Hawaii.
Secara spesifikasi, kapal ini memiliki panjang sekitar 510 kaki, lebar 66 kaki, dan kedalaman 33 kaki. Kecepatan maksimum kapal mencapai 35 knot atau sekitar 40,3 mil per jam. Kapal ini diawaki oleh sekitar 323 personel dengan bobot kotor sekitar 9.200 ton.
Sebagai bagian dari kelas Arleigh Burke IIA, kapal ini dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih, termasuk hanggar helikopter serta sistem peperangan udara, permukaan, dan bawah laut.
Kapal kelas ini dikenal sebagai tulang punggung kekuatan tempur permukaan Angkatan Laut Amerika Serikat.
Berdasarkan data pelacakan terbaru, USS Michael Murphy saat ini juga berada di kawasan Laut Arab dalam wilayah operasi CENTCOM. Seperti USS Frank E. Petersen, kapal ini sebelumnya beroperasi di Laut China Selatan sebelum dialihkan ke Timur Tengah pada Januari 2026.
Dalam penugasan terbarunya, USS Michael Murphy juga tergabung dalam Abraham Lincoln Carrier Strike Group dan menjalankan misi pertahanan udara serta dukungan serangan dalam Operation Epic Fury.
Tinggalkan Komentar
Komentar