periskop.id - Nama Hendy Setiono mendadak menjadi perhatian publik, setelah bisnis minuman kekinian Menantea milik Jerome Polin resmi ditutup akibat kerugian yang disebut mencapai Rp38 miliar.
Selain itu, Hendy Setiono juga diduga terlibat dalam kasus penipuan dan pencucian uang yang menyeret sejumlah rekan bisnis dari kalangan artis.
Terlepas dari isu yang beredar, Hendy Setiono selama ini dikenal sebagai pengusaha yang berhasil membangun dan mengembangkan jaringan waralaba kebab terbesar di Indonesia.
Dengan pengalaman panjang di dunia bisnis, Hendy Setiono kerap menjalin kerja sama dengan berbagai figur publik sebagai mitra untuk memperluas jangkauan pasar.
Strategi tersebut dipandang efektif karena memanfaatkan daya tarik artis untuk menarik minat konsumen sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis secara lebih pesat.
Siapa Sosok Hendy Setiono?
Hendy Setiono dikenal sebagai seorang pengusaha yang memulai kariernya dengan mendirikan Kebab Turki Baba Rafi. Ia lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 30 Maret 1983.
Sejak merintis usaha kebab tersebut, Hendy Setiono, putra dari Ir. H. Bambang Sudiono dan Endah Setijowati, berhasil mengembangkan bisnisnya hingga memiliki sekitar 1.300 outlet di seluruh Indonesia serta 68 gerai yang tersebar di 10 negara.
Usahanya bermula dari gerobak kaki lima dengan modal sekitar Rp4 juta, lalu berkembang dengan pesat seiring waktu.
Hendy Setiono saat ini menikah dengan Irmadita Citrashanty, yang berprofesi sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin.
Sebelumnya, ia pernah membina rumah tangga dengan Nilamsari, tapi nikahan tersebut berakhir dengan perceraian.
Pada 2022, Hendy Setiono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan kasus penipuan investasi yang dikaitkan dengan PT Tambak Udang Baba Rafi.
Kasus ini disebut-sebut menimbulkan kerugian bagi puluhan korban dengan total mencapai kurang lebih Rp9,15 miliar.
Awal Kesuksesan Menantea dan Peran Jerome Polin
Perjalanan Menantea dimulai pada tahun 2021 dari gagasan untuk menyajikan teh buah sehat berbahan alami, sekaligus membuka kesempatan kerja baru di tengah situasi pandemi.
Dalam setiap upaya promosi dan strategi pemasaran, Jerome Polin Sijabat dan kakaknya, Jehian Panangian Sijabat, yang juga berperan sebagai manajer bakat, konsisten menjadi wajah utama yang ditampilkan di garis depan.
Keduanya secara terbuka menempatkan diri sebagai penggagas sekaligus pemilik utama merek tersebut. Karena identitas mereka begitu melekat pada bisnis menantea
Jerome Polin Sijabat dikenal dengan julukan “Mintea 1”, sementara kakaknya, Jehian Panangian Sijabat, akrab disapa “Mintea 2”.
Berbekal popularitas Jerome Polin Sijabat di bidang matematika serta kehidupannya sebagai mahasiswa di Jepang saat itu, Menantea berhasil membangun citra yang ceria, edukatif, dan digemari oleh kalangan milenial hingga Generasi Z.
Namun, membangun jaringan bisnis waralaba berskala nasional nggak bisa hanya bergantung pada popularitas di YouTube.
Karena itu, peran para profesional di lapangan mulai dilibatkan untuk memperkuat struktur perusahaan.
Kolaborasi Strategis Menantea dan Kontroversi di Baliknya
Jerome dan Jehian menyadari pentingnya memiliki manajemen kuliner yang kokoh agar seluruh operasional bisnis dapat berjalan dengan lancar dan terarah.
Mereka mengambil langkah strategis menggandeng para ahli di bidang F&B sebagai konsultan sekaligus mitra dalam merancang dan mengembangkan standar Menantea.
Beberapa profesional yang terlibat, antara lain Sylvia Surya selaku pendiri Kopi Soe, Bisma Adi Putra dari Masakin Group, serta Hendy Setiono, pendiri dan CEO Kebab Turki Baba Rafi.
Belakangan ini, nama Hendy Setiono kembali menjadi sorotan dan dikaitkan dengan Jerome Polin dalam konteks negatif, menyusul adanya konflik kerja sama antarmitra bisnis di lini usaha yang berbeda.
Awal tahun 2025 menjadi sorotan ketika isu dugaan kerugian dan masalah transparansi bisnis mencuat ke publik, setelah diungkap oleh beberapa figur publik.
Salah satunya adalah musisi Niko Al Hakim (Okin) yang membahas hal tersebut terkait usaha kuliner lain.
Dalam unggahan media sosial yang viral itu, Jerome Polin ikut berkomentar dan menyampaikan rasa simpati.
Ia juga memberi isyarat bahwa dirinya, bersama almarhum Babe Cabita, pernah merasa dirugikan dalam kerja sama bisnis F&B yang melibatkan Hendy Setiono di masa lalu.
Artis yang Pernah Bekerja Sama dengan Hendy Setiono
1. Niko Al Hakim
Niko Al Hakim, yang merupakan mantan suami Rachel Vennya, pernah menjalin kerja sama bisnis dengan Hendy Setiono dalam usaha kuliner Ngikan pada tahun 2019.
Dalam proyek tersebut, ia memiliki kepemilikan saham sebesar 33,33% bersama dua rekan lainnya.
2. Arief Muhammad
Hendy Setiono juga pernah berkolaborasi dengan Arief Muhammad dalam bisnis kuliner Cakekinian yang diluncurkan pada tahun 2017.
Usaha ini sempat meraih popularitas tinggi di awal kemunculannya, namun mengalami penurunan setelah pandemi Covid-19 sehingga beberapa gerainya harus ditutup.
3. Deva Mahenra
Deva Mahenra diketahui menjadi salah satu mitra bisnis Hendy Setiono dalam usaha Foresthree Coffee yang berdiri sejak tahun 2018.
Brand kopi ini berkembang cukup pesat dan telah memiliki lebih dari 100 outlet yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.
4. Jerome Polin
Nama Jerome Polin turut menjadi sorotan dalam polemik tersebut setelah bisnis Menantea yang ia dirikan bersama Hendy Setiono pada 2021 dikabarkan resmi ditutup mulai 25 April 2026.
Dalam proses pengecekan keuangan, disebutkan adanya perbedaan antara data mutasi rekening dan laporan yang diterima.
Kerugian dalam kasus ini kemudian ditaksir mencapai sekitar Rp38 miliar, yang diduga berkaitan dengan ketidaksesuaian data keuangan tersebut.
5. Edho Zell
Pada tahun 2020, Hendy Setiono bekerja sama dengan Edho Zell untuk membangun bisnis kuliner sei sapi bernama Nyapi.
Usaha ini juga membawa misi sosial, yakni membuka lapangan pekerjaan bagi para korban pemutusan hubungan kerja (PHK) selama masa pandemi Covid-19.
6. Babe Cabita
Hendy Setiono bersama Babe Cabita pernah membuka usaha kuliner ikan bakar bernama SemPATIN pada tahun 2021. Namun, bisnis tersebut tidak bertahan lama dan akhirnya berhenti beroperasi.
Dari pembaruan media sosial terakhir pada 2022, usaha ini diketahui sudah tidak lagi aktif dijalankan.
Tinggalkan Komentar
Komentar