Nama Jahmada Girsang mendadak jadi trending topik terlibat ketegangan dalam sebuah debat live TV yang viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi saat diskusi mengenai polemik buku Jokowi’s White Paper, yang mempertemukan sejumlah tokoh hukum dan pengamat nasional.

Perdebatan yang awalnya berjalan sebagai forum akademik berubah menjadi momen panas ketika Jahmada Girsang hampir terlibat kontak fisik dengan Refly Harun. Sejak saat itu, publik mulai mencari tahu siapa sebenarnya sosok advokat senior yang hadir sebagai kuasa hukum Rismon Sianipar tersebut.

Di balik insiden yang viral itu, Jahmada Girsang memiliki rekam jejak panjang di dunia hukum, organisasi advokat, hingga pelayanan sosial-keagamaan.

Siapa Jahmada Girsang?

Jahmada Girsang, S.H., M.H., C.L.A., C.Med. adalah advokat senior yang saat ini menjabat sebagai Managing Partner di Law Offices Jahmada Girsang & Partners. Ia dikenal aktif dalam berbagai organisasi hukum nasional serta kegiatan pelayanan masyarakat.

Beberapa jabatan yang diembannya antara lain:

  • Direktur Eksekutif Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia (LEMSAKTI)
  • Sintua (St) di GKPS Salemba
  • Pengurus Perkumpulan Advokat Batak Indonesia (PERABI)
  • Wakil Sekjen PERADI SAI

Keterlibatan aktif di berbagai organisasi tersebut menunjukkan bahwa Jahmada tidak hanya berkiprah sebagai praktisi hukum, tetapi juga tokoh organisasi dan pelayanan sosial.

Latar Belakang Pendidikan Jahmada Girsang

Karier profesional Jahmada Girsang ditopang oleh pendidikan hukum formal dan berbagai sertifikasi profesi yang relevan.

  • S1 Fakultas Hukum Universitas Jayabaya (1981–1987)
  • S2 Magister Hukum Universitas Jayabaya (2012–2013)
  • Pendidikan Kurator dan Pengurus AKPI (2015)
  • Pendidikan Auditor Hukum (CLA) ASAHI (2016)
  • Pendidikan Mediator Bersertifikat C.Med (2021)

Kombinasi pendidikan akademik dan sertifikasi profesional tersebut memperkuat kompetensinya sebagai advokat senior yang berpengalaman.

Perjalanan Karier Profesional Jahmada Girsang

Sebelum mendirikan kantor hukum sendiri, Jahmada Girsang telah berkarier di sejumlah firma hukum dan perusahaan besar nasional.

  • Asisten Lawyer di Kantor Hukum Effendi Perangin & Associates (1988–1990)
  • Head of HRD & Legal Department PT Hardi Agung Perkasa (1990–1992)
  • Head of HRD PT Royal Sentul Highland (Sentul City) (1992–1994)
  • General Affair Manager PT Suba Indah Manufacturing – HERO Group (1994–1997)
  • Regional Human Resources DKI PT Orang Tua Group (1997–2003)
  • Managing Partner Law Offices Jahmada Girsang & Partners (2003–sekarang)

Pengalaman panjang di sektor hukum dan korporasi ini memperkuat reputasinya sebagai advokat senior yang masih aktif hingga sekarang.

Kronologi Jahmada Girsang Nyaris Adu Jotos dengan Refly Harun di Debat Live TV

Insiden yang melibatkan Jahmada Girsang terjadi dalam sebuah forum diskusi televisi yang membahas polemik pengelolaan buku Jokowi’s White Paper. Awalnya, diskusi berlangsung dalam suasana argumentatif namun masih terkendali.

Ketegangan mulai muncul ketika kubu Rismon Sianipar mempertanyakan transparansi proses penerbitan dan distribusi buku tersebut. Kritik tersebut kemudian ditanggapi oleh Refly Harun dengan menjelaskan perspektifnya sebagai penulis yang memahami mekanisme penerbitan buku secara profesional.

Situasi semakin memanas ketika Refly merasa tidak lagi diberikan kesempatan untuk menyampaikan tanggapan lanjutan. Ia kemudian menyampaikan pernyataan bernada sindiran yang diarahkan kepada Jahmada Girsang sebelum memutuskan meninggalkan forum atau walk out dari panggung diskusi.

Sebelum benar-benar keluar dari ruangan, Refly sempat berpamitan dengan beberapa narasumber. Ia menyalami pembawa acara Aiman Witjaksono, lalu berjabat tangan dengan Rismon Sianipar.

Namun saat bersalaman dengan Jahmada Girsang, suasana justru berubah tegang. Refly menyampaikan komentar yang tampaknya tidak diterima dengan baik oleh Jahmada.

Dalam momen tersebut, Jahmada terlihat tetap menggenggam tangan Refly lebih lama dari biasanya, lalu menariknya dengan gestur yang menunjukkan ketidaksenangan. Ketegangan meningkat ketika Jahmada mendorong tubuh Refly hingga keduanya berdiri sangat dekat dan saling berhadapan.

Refly sempat memberikan dorongan ringan karena tangannya belum dilepaskan, tetapi Jahmada kembali mendorong hingga Refly mundur beberapa langkah. Situasi pun nyaris berubah menjadi adu fisik di atas panggung.

Dalam suasana tegang itu, Jahmada terdengar menyatakan keberatannya secara tegas terhadap pernyataan Refly. Beruntung, pembawa acara segera melerai keduanya sebelum konflik berkembang lebih jauh.

Sejumlah pihak di studio juga meminta agar kedua narasumber dipisahkan demi meredakan situasi. Peristiwa tersebut kemudian cepat menyebar di media sosial dan membuat nama Jahmada Girsang menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari publik.

Peran Jahmada Girsang sebagai Pengacara Rismon Sianipar

Dalam forum diskusi tersebut, Jahmada Girsang hadir sebagai kuasa hukum Rismon Sianipar. Ia menyampaikan argumentasi hukum terkait isu yang sedang diperdebatkan, terutama mengenai transparansi pengelolaan buku yang menjadi topik utama diskusi.

Keterlibatan Jahmada dalam forum tersebut menunjukkan bahwa dirinya masih aktif menangani perkara-perkara yang mendapat perhatian publik luas.

Setelah insiden debat live TV tersebut, nama Jahmada Girsang langsung ramai dicari di internet. Banyak masyarakat yang ingin mengetahui latar belakang pendidikan, perjalanan karier, serta kiprahnya di dunia advokat nasional.

Fenomena ini menunjukkan bahwa figur advokat kini semakin menjadi perhatian publik, terutama ketika terlibat dalam diskusi hukum yang disiarkan secara terbuka dan disaksikan luas oleh masyarakat.