periskop.id - Memasuki sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut momen yang disebut-sebut sebagai hari-hari paling dicintai oleh Allah SWT. Di tengah hiruk-pikuk persiapan Idul Adha 1447 H, dua ibadah sunnah menjadi sorotan utama: Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah. Mengetahui jadwal yang tepat serta memahami esensi di balik ibadah ini bukan sekadar menjalankan rutinitas tahunan, melainkan upaya menjemput ampunan atas dosa-dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Kapan Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026?

Berdasarkan kalender Hijriah global dan prediksi data astronomi, bulan Dzulhijjah 1447 H diprediksi jatuh pada pertengahan Mei 2026. Penentuan ini sangat krusial karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan wukuf di Arafah dan hari raya kurban yang menjadi puncak ibadah haji.

Berikut adalah rincian estimasi jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah pada tahun 2026:

  • Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah 1447 H): Jatuh pada Senin, 25 Mei 2026.
  • Puasa Arafah (9 Dzulhijjah 1447 H): Jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026.
  • Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah 1447 H): Jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Penting untuk diingat bahwa kepastian tanggal 1 Dzulhijjah di Indonesia tetap akan diputuskan melalui Sidang Isbat pemerintah. Namun, bagi Anda yang ingin melakukan persiapan dini untuk cuti atau perencanaan ibadah keluarga, tanggal di atas dapat dijadikan acuan utama.

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah (Arab, Latin, Terjemahan)

Ibadah dimulai dari niat. Secara syariat, niat puasa sunnah ini bisa diucapkan di dalam hati sejak malam hari hingga sebelum waktu dzuhur tiba, selama Anda belum mengonsumsi makanan atau minuman apapun sejak fajar. Berikut adalah panduan lengkapnya:

1. Niat Puasa Tarwiyah (Senin, 25 Mei 2026)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: "Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala."

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Arafah (Selasa, 26 Mei 2026)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: "Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala."

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."

Keutamaan Dahsyat yang Sayang Jika Dilewatkan

Mengapa banyak milenial dan Gen-Z mulai melirik ibadah ini di tengah kesibukan digital mereka? Jawabannya terletak pada "investasi" spiritual yang sangat besar dengan usaha yang relatif singkat. Berikut adalah beberapa keutamaannya menurut hadis shahih:

  • Penghapus Dosa Dua Tahun: Khusus untuk Puasa Arafah, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa ini dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang (HR. Muslim).
  • Amalan Paling Dicintai: Tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai Allah melebihi sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
  • Pembebasan dari Api Neraka: Hari Arafah adalah hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka dibanding hari lainnya.

Tata Cara Pelaksanaan di Tengah Kesibukan

Melaksanakan puasa di tengah rutinitas harian memerlukan manajemen energi yang baik. Secara umum, tata caranya sama dengan puasa Ramadhan, namun ada beberapa tips agar ibadah Anda tetap maksimal:

  1. Sahur Bernutrisi: Gunakan waktu sahur untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks agar energi bertahan lama selama beraktivitas di kantor atau kampus.
  2. Menjaga "Puasa" Medsos: Di era informasi, menjaga lisan dari ghibah digital atau komentar negatif menjadi ujian tersendiri yang bisa mencederai pahala puasa.
  3. Memperbanyak Doa: Terutama pada hari Arafah, karena doa pada hari tersebut adalah sebaik-baiknya doa.

Tabel Ringkasan Ibadah Dzulhijjah 2026

Jenis IbadahTanggal (Hijriah)Estimasi Tanggal (Masehi)Keutamaan Utama
Puasa Sunnah Awal Dzulhijjah1 - 7 Dzulhijjah18 - 24 Mei 2026Pahala amal shalih yang berlipat
Puasa Tarwiyah8 Dzulhijjah25 Mei 2026Mendekatkan diri kepada Allah
Puasa Arafah9 Dzulhijjah26 Mei 2026Hapus dosa 1 tahun lalu & 1 tahun depan
Hari Raya Idul Adha10 Dzulhijjah27 Mei 2026Penyembelihan hewan kurban

Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 adalah momentum emas untuk melakukan "reset" spiritual. Dengan jadwal yang jatuh pada hari kerja, ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk membuktikan bahwa ketaatan bisa berjalan beriringan dengan produktivitas. Mari persiapkan diri, catat tanggalnya di kalender Anda, dan jemput keberkahan di bulan haji ini.