Periskop.id - Kehadiran dekorasi hijau di dalam ruangan kini bukan lagi sekadar tren estetika visual semata. Berbagai penelitian ilmiah berhasil membuktikan bahwa kedekatan fisik serta visual manusia dengan tanaman di dalam ruangan memiliki hubungan erat dengan berkurangnya stres emosional dan rasa cemas yang berlebihan. 

Tidak hanya itu, memelihara tanaman hias di dalam rumah maupun area kerja juga terbukti mampu meningkatkan kesehatan umum seseorang serta mendongkrak performa kognitif atau kemampuan berpikir menjadi lebih baik.

Advertisement

Seorang profesor dari Departemen Ilmu Hortikultura Universitas Texas A&M yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk meneliti manfaat kesehatan dari dunia flora, Charlie Hall, memberikan sebuah pandangan penting. 

Sebagaimana dikutip oleh Times of India, Hall menyatakan bahwa tanaman memiliki kemampuan nyata untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, sehingga keberadaannya sudah seharusnya diperlakukan sebagai sebuah kebutuhan pokok, bukan lagi sekadar barang mewah atau pajangan opsional. 

Bagi Anda yang sedang merencanakan untuk menambahkan sedikit nuansa hijau yang menyegarkan di dalam rumah maupun ruang kerja, ada sepuluh jenis tanaman hias indah yang sangat layak untuk dipertimbangkan sebagai pengisi meja kerja, meja samping tempat tidur, maupun meja tamu.

Lavender

Lavender. Foto: Envato/GitaKulinica.

Pilihan tanaman pertama jatuh pada lavender. Ada alasan kuat mengapa aroma lavender selalu diandalkan dalam berbagai produk, mulai dari semprotan pengantar tidur hingga ramuan perawatan spa medis. 

Tanaman berwajah cantik ini mengandung linalool, sebuah senyawa alami yang bertanggung jawab penuh atas efek antidepresan, pengendur otot yang tegang, serta penangkal radikal bebas melalui sifat antioksidannya. 

Anda bisa menaruh satu pot kecil lavender di atas meja samping tempat tidur atau di dekat meja kerja untuk mendapatkan ketenangan ekstra.

Lili Perdamaian (Peace Lily)

Lili perdamaian (peace lily). Foto: Envato/Elisall.

Selanjutnya ada tanaman peace lily atau lili perdamaian yang menjadi salah satu jenis tanaman hias langka karena mampu memancarkan kesan anggun tanpa menuntut Anda untuk menjadi perawat tanaman yang sangat telaten. 

Lili perdamaian dinilai sangat ampuh dalam menyerap berbagai zat kimia berbahaya di udara ruangan seperti benzena, formaldehida, toluena, xilena, dan karbon monoksida. 

Ditambah lagi, kemampuan alaminya dalam menyerap spora jamur di udara dipercaya dapat meredakan ketidaknyamanan fisik serta mendukung kualitas tidur yang jauh lebih nyenyak.

Lidah Mertua (Snake Plant)

Lidah mertua (snake plant). Foto: Envato/wirestock.

Bagi Anda yang pernah trauma karena tidak sengaja membuat tanaman peliharaan mati dan bersumpah tidak akan pernah mencoba menanamnya lagi, snake plant atau lidah mertua adalah titik awal yang sempurna untuk kembali mencoba. 

Lidah mertua memiliki daya tahan yang luar biasa kuat terhadap kondisi cahaya yang sangat minim maupun jadwal penyiraman yang tidak teratur, namun fisiknya akan tetap terlihat kokoh berdiri. 

Jika Anda mencari satu jenis tanaman hias yang tidak akan menghukum kelalaian atau ketidakkonsistenan Anda dalam merawatnya, tanaman inilah jawabannya. 

Daunnya yang tumbuh tinggi dengan struktur yang tegas mampu memberikan jangkar visual yang sangat menenangkan di dalam sebuah ruangan.

Melati

Melati. Foto: Envato/flernata.

Tanaman berikutnya yang tidak kalah efektif adalah melati. Meskipun tanaman ini bekerja dengan cara yang lebih lembut dan tenang jika dibandingkan dengan lavender, khasiatnya terbukti sama kuatnya. 

Aroma khas dari bunga melati mampu merangsang sistem pernapasan manusia menjadi lebih lambat dan teratur serta menciptakan ketenangan emosional yang mendalam. 

Karakteristik inilah yang membuat melati sangat cocok diletakkan di area ruang tamu atau di dekat pintu masuk utama, yaitu sebuah area transisi di mana Anda bisa melewatinya dan mendapatkan momen tenang yang singkat secara spontan. 

Tanaman melati memiliki efek menenangkan yang tercatat dengan sangat baik bagi pikiran maupun tubuh, di mana berbagai penelitian ilmiah berhasil mengaitkan aroma melati dengan penurunan tingkat stres, pengurangan kecemasan, sekaligus peningkatan kewaspadaan kognitif otak.

Lidah Buaya (Aloe Vera)

Lidah buaya (aloe vera). Foto: Envato/Great_bru.

Sebagian besar masyarakat awam mungkin hanya mengenali aloe vera atau lidah buaya sebagai bahan alami untuk mengobati kulit yang melepuh akibat terbakar sinar matahari. Namun di balik itu, tanaman ini juga berperan aktif sebagai alat pembersih udara dalam ruangan yang bekerja dalam keheningan. 

Tanaman ini mampu menyingkirkan berbagai bahan kimia berbahaya dari udara yang berpotensi memicu stres serta gangguan pada saluran pernapasan. Langkah pembersihan ini menjadi krusial karena berbagai studi kesehatan telah mengaitkan paparan polusi udara di dalam ruangan dengan peningkatan gejala kecemasan pada manusia. 

Di samping fungsi biologis tersebut, ada sensasi psikologis yang menenangkan saat kita memelihara tanaman yang bisa langsung dimanfaatkan secara fisik. 

Tindakan sederhana seperti memetik selembar daun lidah buaya untuk mengobati luka bakar ringan di dapur atau mengolesi bagian kulit yang kering ternyata mampu menciptakan sebuah hubungan emosional yang kecil namun nyata antara diri Anda dengan alam semesta. 

Hubungan organik ini memberikan efek ketenangan batin yang mungkin sulit dijelaskan dengan kata-kata namun sangat mudah untuk dirasakan oleh tubuh.

Lili Paris (Spider Plant)

Lili paris (spider plant). Foto: Envato/OaklandImages.

Pilihan menarik berikutnya adalah spider plant atau yang dikenal secara lokal sebagai lili paris. Walaupun tidak mendapatkan porsi pemberitaan sesering lavender atau melati, tanaman ini sangat layak masuk ke dalam daftar kurasi ini. 

Lili paris memiliki karakteristik pertumbuhan yang sangat cepat dan secara visual mampu memberikan kesan lembut pada sudut-sudut ruangan yang tampak kaku. Menariknya lagi, tanaman ini sangat mudah untuk dikembangbiakkan sendiri. 

Proses mengembangbiakkan tanaman ini secara mandiri dapat menumbuhkan rasa kepuasan, progres hidup, serta pencapaian kecil yang sangat berharga, terutama di saat Anda sedang melewati minggu-minggu kerja yang terasa berat dan melelahkan. 

Hal tersebut mungkin terdengar sepele bagi sebagian orang, namun dampaknya nyata untuk kesehatan mental.

Rosemary

Rosemary. Foto: Envato/freedomnaruk.

Selanjutnya, Anda mungkin sudah sangat akrab dengan tanaman rosemary sebagai salah satu bahan pelengkap bumbu di area dapur. 

Namun, memindahkan satu pot kecil rosemary ke atas meja kerja Anda alih-alih membiarkannya menetap di rak bumbu adalah sebuah eksperimen yang sangat patut untuk dicoba. 

Aroma kayu yang pekat dan khas dari tanaman rosemary merupakan fitur utama yang sudah diakui secara luas dalam dunia aromaterapi. 

Sekadar menghirup aroma segar dari daun rosemary segar terbukti secara medis mampu menurunkan kadar hormon kortisol atau hormon pemicu stres di dalam tubuh sekaligus mengoptimalkan fungsi memori atau daya ingat Anda.

Sirih Gading (Pothos)

Sirih gading (pothos). Foto: Envato/jonathancant.

Tanaman kedelapan yang sangat direkomendasikan adalah pothos atau sirih gading. Sirih Gading merupakan jenis tanaman tangguh yang hampir selalu bisa kita temukan hidup di sudut-sudut kafe kekinian dan anehnya selalu berhasil terlihat subur serta segar. 

Tanaman ini dikategorikan sebagai flora yang hampir mustahil untuk mati karena daya tahannya yang luar biasa. Sirih gading dapat tumbuh merambat dengan sangat indah di sepanjang tepian rak pajangan maupun rak buku, sehingga mampu menambahkan kesan kelembutan alami pada sebuah ruangan. 

Kehadiran tanaman merambat ini akan membuat suasana ruangan terasa lebih hangat, lebih hidup, nyaman untuk ditinggali, serta mengurangi kesan kaku yang dingin layaknya sebuah ruang klinis atau laboratorium.

Pohon Dolar (ZZ Plant)

Pohon dolar (ZZ plant). Foto: Envato/africaimages.

Bagi kelompok masyarakat yang sangat menyukai ide untuk memelihara tanaman hijau di dalam rumah namun benar-benar memiliki rekam jejak selalu gagal dalam menjaga tanaman tersebut tetap hidup, ZZ plant atau pohon dolar adalah solusi paling akhir. 

Tanaman ini ini memiliki tingkat toleransi yang sangat tinggi terhadap kondisi kekeringan tanah, paparan cahaya matahari yang minim, hingga aksi pengabaian yang wajar dari pemiliknya dengan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan jenis tanaman hias lainnya. 

Tidak hanya tangguh secara fisik, pohon dolar juga berfungsi aktif sebagai penyaring racun berbahaya yang beterbangan di udara. 

Tanaman ini bahkan telah dicatat oleh para ahli sebagai salah satu opsi vegetasi terbaik untuk membantu meredakan kecemasan. Daun-daunnya yang berwarna hijau gelap dengan permukaan yang mengilap mampu menciptakan efek ketenangan visual yang sangat kuat, sehingga sangat cocok diletakkan di dalam ruang kerja rumah atau home office Anda guna menjaga fokus.

Palem Kuning (Areca Palm)

Palem kuning (areca palm). Foto: Envato/Oksanatukane.

Sebagai rekomendasi penutup, jika Anda beruntung memiliki ketersediaan ruang yang cukup luas di dalam rumah, maka areca palm atau palem kuning sangat layak untuk dihadirkan. 

Daun-daunnya yang tumbuh rimbun dan menyerupai kipas besar tidak hanya cantik secara estetika, melainkan juga berfungsi efektif untuk mendongkrak tingkat kelembapan udara di dalam ruangan. 

Peningkatan kelembapan udara ini membawa dampak positif yang berlipat ganda, yaitu menjaga kesehatan kulit agar tidak kering sekaligus memperbaiki suasana hati atau mood Anda menjadi lebih positif. 

Manfaat dari kehadiran palem kuning ini akan terasa sangat penting dan krusial, terutama bagi Anda yang sering menghabiskan waktu di dalam ruangan kantor yang menggunakan pendingin udara atau AC secara terus-menerus, maupun rumah dengan sistem pemanas sentral, di mana kondisi udaranya cenderung menjadi sangat kering dan energi di dalam ruangan tersebut sering kali terasa monoton serta flat.