Periskop.id — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka akses operasi gratis bagi anak-anak hingga dewasa yang mengalami bibir sumbing dan celah langit-langit, sekaligus mengimbau ibu hamil untuk rutin konsumsi vitamin guna mencegah risiko sejak masa kehamilan. Program ini digelar di RSUD Tebet dan RSUD Cempaka Putih, menyasar 500 pasien hingga 2027 sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat dan rangkaian Bakti Lima Abad Jakarta.
Direktur RSUD Tebet Juliette Pieter menekankan pentingnya peran nutrisi dan pemeriksaan rutin bagi ibu hamil. Menurutnya, bibir sumbing bukan hanya karena faktor keturunan, tetapi juga bisa muncul karena proses pembentukan embrio yang tidak sempurna atau kekurangan zat tertentu.
Juliette pun mengimbau ibu hamil untuk rajin memeriksakan kandungan di Posyandu maupun Puskesmas agar memperoleh pemantauan kesehatan serta suplemen yang dibutuhkan selama masa kehamilan.
“Rajin periksa ke Posyandu atau Puskesmas agar ibu hamil mendapatkan vitamin seperti asam folat dan tablet penambah darah,” ujar Juliette, Rabu (3/6).
Selain mencukupi kebutuhan nutrisi, ibu hamil juga diimbau menjaga kondisi fisik agar tidak terlalu lelah selama masa kehamilan. Menurut Juliette, upaya pencegahan sejak masa kehamilan penting dilakukan karena bibir sumbing dapat memengaruhi kemampuan makan, berbicara, hingga kondisi psikososial anak saat tumbuh besar.
Program operasi gratis di DKI Jakarta sendiri, dinilai memudahkan penanganan pasien yang sebelumnya sulit dijangkau. Asisten Kesejahteraan Rakyat DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim menjelaskan, operasi ini melibatkan dokter berpengalaman dan menargetkan perbaikan fisik sekaligus psikososial pasien.
“Operasi bibir sumbing sangat penting agar anak dapat berbicara, makan, dan berkembang secara optimal. Dukungan masyarakat juga dibutuhkan agar pasien dan keluarga percaya mengikuti program ini,” tuturnya.
Seluruh Warga Indonesia
Saat ini terdapat 30 pasien yang tengah ditangani, dengan 13 pasien di RSUD Tebet dan 17 pasien di RSUD Cempaka Putih. Pasien berasal dari berbagai wilayah, termasuk Papua, Tangerang, Cilegon, dan Banten. Pasca operasi, pasien dapat pulang rata-rata 30 menit hingga satu jam, dan bila diperlukan, kontrol lanjutan diarahkan ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Salah satu orang tua pasien, Mimi, menceritakan anaknya, Faris, menjalani operasi tahap kedua setelah bibir sumbing terdeteksi sejak pemeriksaan USG di usia kehamilan 24 minggu. “Sempat sedih dan terpukul, tapi program operasi gratis mempercepat penanganan sehingga anak kami bisa langsung mendapatkan perawatan,” kata Mimi.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus bibir sumbing dan celah langit-langit di Indonesia mencapai 7.500 kasus per tahun. Pemerintah DKI menargetkan program ini menjangkau seluruh warga Indonesia, tanpa batasan usia maupun daerah.
Juliette Pieter menambahkan, program ini berlangsung sepanjang tahun, dengan informasi pendaftaran disebarkan melalui media sosial, Puskesmas, dan RSUD setempat. “Kami ingin setiap pasien mendapatkan kesempatan optimal tanpa terbebani biaya, karena biaya operasi secara mandiri bisa mencapai Rp30 juta,” jelasnya.
Program ini diharapkan menjadi model pencegahan dan penanganan bibir sumbing yang efektif, termasuk edukasi nutrisi bagi ibu hamil, sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak-anak dan masyarakat yang terdampak.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar