Periskop.id - Bagi sebagian besar dari kita, urusan memilih mi instan itu bukan cuma soal pengganjal perut lapar di kala malam, melainkan sebuah bentuk loyalitas yang mendalam. Menilai semangkuk mi instan bahkan sudah seperti para pencinta papan atas menilai kualitas sebotol anggur mahal.
Di 2026 ini, Smarter Ranking melakukan penilaian terhadap berbagai merek mi instan populer di pasar dunia guna mengukur kualitas kuah, tekstur mi, nilai ekonomis, hingga reputasi yang mereka miliki.
Pengujian ini dilakukan dengan melibatkan ulasan dari para pihak yang terpercaya di bidangnya, salah satunya adalah situs penilai mi instan legendaris, The Ramen Rater.
Dari hasil pengujian ketat tersebut, posisi puncak berhasil diamankan oleh Nongshim Shin Ramyun yang sukses meraih skor tertinggi yaitu sebesar 89.
Mi instan ini dinilai memiliki perpaduan kuah kaldu yang sangat dalam, pedas, dan gurih, hebatnya rasa gurih daging yang khas tetap terasa kuat di balik sengatan rasa pedasnya, ditambah lagi dengan tekstur mi yang sangat kenyal saat dikunyah.
Sementara itu, predikat sebagai mi goreng kering terbaik di dunia berhasil disabet oleh Indomie Mi Goreng, yang menempati posisi kedua atau runner up dengan total skor sebesar 87.
Berikut adalah daftar lengkap peringkat tujuh besar mi instan terbaik di dunia pada tahun 2026, yang disusun secara runut berdasarkan total skor akhir yang berhasil dikumpulkan oleh masing-masing merek:
| Peringkat | Merek | Kategori Terbaik Untuk | Gaya Penyajian | Skor Akhir |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Nongshim Shin Ramyun | Kuah kaldu sapi pedas | Kuah | 89 |
| 2 | Indomie Mi Goreng | Mi kering terbaik | Goreng | 87 |
| 3 | Samyang Buldak | Pilihan paling pedas | Goreng | 86 |
| 4 | Nongshim Chapagetti | Saus kedelai hitam Korea | Goreng | 85 |
| 5 | Sapporo Ichiban | Gaya klasik Jepang | Kuah | 83 |
| 6 | Nissin Cup Noodles | Kemudahan dan nilai ekonomis | Kuah Instan | 81 |
| 7 | Maruchan Ramen | Paling murah sejauh ini | Kuah | 78 |
Metodologi dan Indikator Penilaian Kuantitatif
Smarter Ranking menggunakan sebuah rubrik penilaian khusus bernama The Taste Score v2026. Rubrik penilaian ini secara total mengukur lima kriteria utama dengan akumulasi nilai maksimal mencapai angka 100.
Kriteria pertama adalah rasa dan kuah kaldu dengan bobot maksimal 35 angka, yang menilai kedalaman rasa, keseimbangan bumbu, hingga tingkat kepedasan.
Kriteria kedua adalah tekstur mi dengan bobot maksimal 25 angka, yang menguji tingkat kekenyalan, keelastisan, serta seberapa baik mi tersebut mempertahankan teksturnya setelah dimasak.
Kriteria ketiga adalah nilai ekonomis dengan bobot maksimal 20 angka, yang menghitung harga per bungkus mi. Kriteria keempat adalah ketersediaan di pasar dengan bobot maksimal 10 angka, untuk melihat seberapa luas produk tersebut didistribusikan di toko-toko.
Kriteria kelima sekaligus terakhir adalah reputasi dan ulasan dengan bobot maksimal 10 angka, yang menyaring ulasan dari platform kuliner tepercaya seperti The Ramen Rater, Sporked, dan The Kitchn.
Kombinasi antara rasa dan tekstur sengaja diberikan bobot paling besar yaitu mencapai 60 angka, karena kedua aspek inilah yang menjadi inti utama dari pengalaman menikmati mi instan.
Jika bobot penilaian diubah dengan menitikberatkan pada aspek nilai ekonomis, maka merek seperti Maruchan dan Cup Noodles dipastikan akan langsung meroket naik. Sebaliknya, jika penilaian lebih fokus pada kedalaman rasa kuah kaldu, maka varian mi kuah khas Korea yang akan mendominasi posisi teratas.
Bedah Kualitas Indomie Mi Goreng Sebagai Juara Mi Kering
Sebagai mi goreng kering terbaik di dunia berdasarkan reputasi globalnya, Indomie Mi Goreng memiliki kombinasi rasa manis, gurih, dan pedas yang berasal dari minyak bumbu, taburan bawang goreng yang renyah, serta tekstur mi yang kenyal, semuanya bisa kita nikmati dengan harga per bungkus yang sangat murah.
Berikut adalah rincian nilai yang berhasil diraih oleh Indomie Mi Goreng di setiap kriteria penilaian:
- Rasa dan kuah kaldu berhasil meraih nilai sebesar 31 dari total bobot maksimal 35 angka.
- Tekstur mi berhasil meraih nilai sebesar 23 dari total bobot maksimal 25 angka.
- Nilai ekonomis berhasil meraih nilai sebesar 18 dari total bobot maksimal 20 angka.
- Ketersediaan di pasar berhasil meraih nilai sebesar 8 dari total bobot maksimal 10 angka.
- Reputasi dan ulasan berhasil meraih nilai sebesar 9 dari total bobot maksimal 10 angka.
Meskipun memiliki nilai yang sangat tinggi di hampir seluruh aspek, produk asli Indonesia ini tetap memiliki beberapa poin kompromi yang perlu diperhatikan oleh konsumen. Karakteristiknya sebagai mi kering tanpa kuah otomatis menempatkan produk ini pada kategori penggunaan yang berbeda jika dibandingkan dengan mi jenis kuah.
Selain itu, porsi mi instan per bungkusnya dinilai relatif kecil bagi sebagian orang, sehingga terkadang membuat kita tergoda untuk memasak dua bungkus sekaligus demi memuaskan selera.
Tinggalkan Komentar
Komentar