eriskop.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat strategi pemasaran produk asuransi jiwa kini bertumpu kuat pada integrasi jaringan perbankan atau bancassurance.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyebut kinerja penjualan melalui bank berhasil melampaui jalur keagenan tradisional secara signifikan.
"Kanal bancassurance masih menjadi kontributor terbesar pada industri asuransi jiwa dengan porsi mencapai 40,4% dari total premi," kata Ogi di Jakarta, Selasa (5/5).
Ia merinci porsi dominan tersebut berbanding terbalik dengan kontribusi kanal keagenan konvensional yang hanya mampu menyumbang sebesar 17,6% terhadap total premi per Maret 2026.
Menurutnya, dominasi jalur perbankan ini terdorong oleh luasnya infrastruktur jaringan distribusi yang dimiliki perbankan di seluruh wilayah Indonesia.
"Hal ini menunjukkan bahwa bancassurance masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan premi industri dalam beberapa tahun terakhir," paparnya.
Ogi menilai tren ini turut mencerminkan pergeseran perilaku masyarakat. Nasabah saat ini dinilai lebih menyukai kepraktisan produk perlindungan finansial yang terintegrasi langsung dengan layanan perbankan harian mereka.
OJK memproyeksikan kedua kanal distribusi tersebut akan tetap tumbuh positif seiring dengan meningkatnya literasi keuangan dan masifnya transformasi digital di sektor jasa keuangan.
Kendati penjualan via perbankan melesat tajam, lembaga pengawas keuangan ini tetap memberikan peringatan keras kepada seluruh manajemen perusahaan asuransi.
"Industri juga perlu terus memperhatikan aspek tata kelola, perlindungan konsumen, dan kualitas pemasaran agar pertumbuhan yang terjadi tetap sehat dan berkelanjutan," tegas Ogi.
Tinggalkan Komentar
Komentar