periskop.id - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menunjukkan ketahanan bisnisnya sepanjang 2025, meski ekonomi nasional masih dalam fase normalisasi. Di tahun 2025 perseroan membukukan laba bersih Rp1,23 triliun naik 4,97% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp1,17 triliun.
Margin laba bersih sedikit meningkat menjadi 30,12%. Penjualan perseroan juga tumbuh 4% secara tahunan di angka Rp4,08 triliun pada 2025.
"Pertumbuhan ini ditopang permintaan domestik yang stabil, sementara penjualan ekspor melonjak 31% menunjukkan daya tarik produk perseroan di pasar global,"ujar manajemen PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk dalam keterangan resminya dikutip Senin (2/3).
Selain itu,manajemen melaporkan laba kotor tercatat Rp2,36 triliun dengan margin bruto tetap solid di 58%, dan laba usaha naik 5% menjadi Rp1,54 triliun dengan margin 30%. Tingkat pengembalian ekuitas (ROE) mencapai 39% sedangkan pengembalian aset (ROA) di level 33%.
Meski demikian, posisi kas dan setara kas mengalami penurunan signifikan 46% menjadi Rp463 miliar. Manajemen melaporkan total aset mengalami penururunan yakni 6,5% menjadi Rp3,68 triliun, diiringi kenaikan piutang usaha 18,6% menjadi Rp1,03 triliun dan persediaan naik 8% menjadi Rp466 miliar.
Selanjutnya, liabilitas tercatat meningkat 24% menjadi Rp561 miliar, terutama dari utang usaha dan utang pajak, sementara ekuitas turun 10,5% akibat pembayaran dividen. Adapun, sepanjang 2025, SIDO telah membagikan total dividen Rp1,28 triliun dan melakukan buyback saham senilai Rp300 miliar. Pembagian dividen final 2024 sebesar Rp630 miliar dan dividen interim 2025 senilai Rp647,5 miliar, di samping buyback saham Rp192 miliar yang dilakukan pada periode Juni–September.
Kemudian, pada tahun buku 2024, perseroan mengalokasikan 100% laba bersihnya untuk dividen dan jika kebijakan ini dilanjutkan potensi dividen 2025 bisa meningkat hingga 7,1% menjadi sekitar Rp41 per lembar saham. Penentuan dividen final akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) yang dijadwalkan pada Kamis, 9 April 2026, sebagai langkah strategis perseroan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
"Perseroan akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) yang dijadwalkan pada Kamis, 9 April 2026 di Semarang," lanjut manajemen PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.
Melangkah ke 2026, fokus perseroan nantinya memperkuat pangsa pasar melalui inovasi produk, efisiensi rantai pasok, ekspansi distribusi digital, serta perluasan pasar ekspor, dengan tujuan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Tinggalkan Komentar
Komentar