periskop.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memastikan akan menutup 10 anak usaha pada akhir Juni 2026, sejalan dengan arahan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia). Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari proses perampingan portofolio perusahaan.

"Akhir Juni ini kita diminta menutup 10 anak perusahaan. Dan, insya Allah kita komit bisa menutup 10 anak perusahaan, jadi dari 67 (anak perusahaan) itu, (pemangkasan) 10 (di antaranya) terjadi di akhir bulan Juni, bulan depan," kata Seno melansir Antara, Rabu (21/5).

Ia menjelaskan, Telkom saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap anak usaha, terutama yang memiliki model bisnis serupa atau saling tumpang tindih.

"Memang secara bisnis kita juga sudah melakukan pertimbangan, kita melakukan analisa bahwa streamlining (perampingan) ini, terutama yang overlap, yang bisnis-bisnisnya berada di (bidang yang) sama. Itu salah satu yang akan kita watch," jelas dia.

Selain faktor kesamaan lini usaha, kinerja juga menjadi pertimbangan utama. Anak perusahaan yang tidak menunjukkan performa optimal dalam dua tahun terakhir masuk dalam radar evaluasi manajemen.

Meski demikian, Seno belum merinci entitas mana saja yang akan ditutup. Menurutnya, pengumuman akan dilakukan setelah seluruh proses kajian dan pertimbangan sensitivitas diselesaikan.

"Menurut saya nanti (diumumkan). Karena kita ada beberapa pendekatan dan pertimbangan sensitivitas. Tapi (informasi lebih lanjut) bisa disampaikan nanti," ujar Seno.

Secara keseluruhan, Danantara mendorong Telkom untuk merampingkan struktur grup secara signifikan, dari sekitar 60 anak usaha menjadi hanya 22 entitas.

Adapun implementasi kebijakan tersebut masih dilakukan secara bertahap. Telkom menekankan pentingnya memastikan proses tata kelola (governance) berjalan sesuai prosedur.

"Kita mesti memastikan governance process-nya betul, hipotesanya dan tahapannya semuanya betul," kata dia.

Langkah penutupan anak usaha ini merupakan bagian dari agenda transformasi Telkom untuk memperkuat fokus bisnis inti, meningkatkan efisiensi aset, serta menyederhanakan struktur organisasi.

Ke depan, Telkom juga mempertegas peran sebagai strategic holding, sementara operasional bisnis akan dijalankan oleh entitas operating company yang menjadi motor utama di masing-masing lini usaha.