periskop.id - Ratusan warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menggelar unjuk rasa di depan kantor Pemerintah Kabupaten Karawang, Rabu. Mereka menuntut penutupan permanen sebuah tempat hiburan malam yang menjadi lokasi pesta gay.

Aksi itu dipicu beredarnya rekaman video pesta gay di Karawang Theatre Night Mart, yang berlokasi di Jalan Tuparev, Karawang. Koordinator aksi Cecep Jasim menyebutkan, unjuk rasa ini melibatkan sejumlah organisasi masyarakat Islam, LSM, serta kalangan santri dan kiai.

Advertisement

"Aksi ini diikuti oleh sejumlah ormas Islam dan LSM serta kalangan santri dan kiai," kata Cecep dalam unjuk rasa di depan kantor Pemkab Karawang, Rabu.

Cecep memaparkan, gerakan ini tidak semata menyasar Karawang Theatre Night Mart. Ia menyebutnya sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi sosial dan moral generasi muda Karawang secara lebih luas.

"Ke depan kita harus peduli, jangan sampai ada lagi moralitas yang hancur. Ketidaklegalan suatu tempat harus menjadi perhatian bersama agar semua berjalan sesuai aturan," ujarnya.

Senada dengan itu, perwakilan Majelis Ulama Indonesia Karawang, Ustadz Yayan Sopyan, mengungkapkan gabungan ormas Islam sebenarnya sudah lama mendesak penutupan THM tersebut. Alasannya, tempat itu belum melengkapi izin operasional, termasuk tidak mengantongi izin minuman beralkohol namun tetap memperjualbelikannya.

Yayan menilai Karawang Theatre Night Mart hanyalah satu contoh dari kemungkinan banyaknya THM bermasalah lain di Karawang. Karena itu, ia mendorong pihak berwenang menutup semua tempat hiburan malam yang belum melengkapi izin, bukan hanya yang menjadi sorotan kali ini.

"Kami juga meminta pemerintah daerah segera menerbitkan Perbup atau Perda tentang larangan atas perbuatan LGBT," tegasnya.

Para pengunjuk rasa juga mendesak kepolisian mengusut tuntas pesta gay tersebut hingga menyentuh pengelola THM yang diduga memfasilitasinya. Mereka turut meminta pemerintah daerah tidak melonggarkan proses perizinan bagi tempat hiburan malam.

Menyikapi tuntutan warga, Asisten Daerah I Setda Karawang Ridwan Salam menyatakan seluruh masukan yang disampaikan telah diterima dan akan dijadikan bahan pertimbangan pemkab. Ia menambahkan, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan langkah jangka panjang melalui pendekatan edukasi di lingkungan keluarga, sekolah, hingga pesantren.

"Kami akan menjadikan catatan bahwa itu akan kita proses jangka panjang. Kita sudah menyusun, mencoba membuat materi edukasi agar generasi penerus di Karawang tidak tercemar perilaku menyimpang," pungkas Ridwan.