periskop.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) pada November 2025 tercatat sebesar 124,05, turun 0,23% dibanding Oktober 2025. Penurunan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani (IT) turun lebih dalam, yaitu 0,26%.
Sementara, indeks harga yang dibayarkan petani (IB) hanya turun tipis 0,03%. Beberapa komoditas yang menjadi penyebab utama penurunan IT nasional antara lain gabah, kelapa sawit, kakao, dan tembakau.
Berdasarkan subsektor, tanaman perkebunan rakyat menjadi subsektor dengan penurunan NTP terdalam, yakni 0,66%. Hal ini dipicu oleh penurunan IT sebesar 0,85%, lebih besar dibanding penurunan IB yang hanya 0,19%.
“Komoditas yang paling berpengaruh dalam penurunan ini adalah kelapa sawit, kakao, tembakau, dan kelapa,” tutur Pudji dalam konferensi pers di kantor BPS, Senin (1/12).
Sementara itu, Pudji menjelaskan Nilai Tukar Nelayan (NTN) justru mengalami kenaikan sebesar 0,70%. Kenaikan ini dipicu oleh IT nelayan yang naik 0,66%, sementara IB turun tipis 0,04%.
Adapun komoditas yang mendorong kenaikan IT nelayan antara lain hasil tangkapan laut seperti tongkol, kembung (kobang/sumbo), cumi-cumi, dan kakap.
Selain memaparkan perkembangan NTP dan NTN, BPS juga menyampaikan perkembangan harga beras yang menjadi salah satu komoditas pangan utama pada November 2025
Pudji menyoroti perkembangan harga beras, yang rata-rata di tingkat penggilingan pada November 2025 mengalami penurunan sekitar 0,88% secara bulanan, namun masih mencatat kenaikan 6% secara tahunan (year-on-year/yoy).
“Jika dibedah menurut kualitas, beras premium turun 0,66% secara bulanan tetapi naik 5,48% secara tahunan, sementara beras medium turun 0,97% secara bulanan namun naik 6,46% secara tahunan,” terang Pudji.
Di sisi inflasi, beras di tingkat grosir mengalami deflasi 0,93% secara bulanan, namun tetap mencatat inflasi 5,03% secara tahunan. Sementara itu, di tingkat eceran, beras mengalami deflasi 0,59% secara bulanan, tetapi inflasi tahunan tercatat 3,72%.
BPS menegaskan bahwa harga beras yang disampaikan merupakan rata-rata dari berbagai jenis kualitas dan mencakup seluruh wilayah Indonesia.
Tinggalkan Komentar
Komentar