periskop.id - Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Meski kondisi global dibayangi perang dagang, tensi geopolitik, dan cuaca yang tidak menentu, kinerja inflasi Indonesia masih tetap terjaga. Pada November 2025, inflasi tercatat 2,72% yoy, masih berada dalam rentang sasaran selama delapan bulan berturut-turut. Inflasi inti pun stabil di 2,36% yoy, sejalan dengan pulihnya permintaan domestik dan terkelolanya ekspektasi harga.

Namun, tantangan tetap ada. Inflasi volatile food naik 5,48%, sementara administered price tercatat 1,58%, terutama akibat kenaikan tarif angkutan udara. Karena itu, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah diminta untuk meningkatkan langkah antisipatif.

“Capaian ini menunjukkan kuatnya koordinasi pusat dan daerah, khususnya peran TPID dalam menjaga stabilitas harga,” ujar Ferry dalam Rakorpusda Pengendalian Inflasi 2025 di Jakarta, dikutip Rabu (10/12).

Jelang periode libur Nataru yang identik dengan tingginya mobilitas dan kenaikan konsumsi, pemerintah daerah diinstruksikan memperkuat berbagai program stabilisasi, mulai dari operasi pasar, gerakan pangan murah, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), hingga pemantauan harga bersama Satgas Pangan. Pemerintah juga menekankan pentingnya memastikan kecukupan stok pangan dan kelancaran logistik.

“Daya beli perlu dijaga mengingat potensi kenaikan harga di akhir tahun,” tambah Ferry.

Untuk menopang stabilitas ekonomi, pemerintah telah menyalurkan sejumlah bantalan fiskal, mulai dari bantuan pangan berupa beras 10 kg dan minyak goreng untuk 18,3 juta KPM, hingga BLT Kesra Rp300 ribu untuk periode Oktober hingga Desember 2025 bagi 35,05 juta KPM.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program diskon tarif transportasi pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 dan menggencarkan berbagai event belanja seperti Epic Sale, Harbolnas, Belanja di Indonesia Aja (BINA), serta agenda pariwisata nasional dan internasional.

Serangkaian langkah ini diharapkan memastikan stabilitas harga, menjaga daya beli, dan mempertahankan ritme perekonomian jelang penutup tahun 2025.