iklan periskop
Ekonomi

Rupiah Tertekan, Ekonom Perkirakan BI Tahan Suku Bunga di 4,75%

Ekonom memperkirakan BI akan mempertahankan BI-Rate di 4,75% pada RDG Januari 2026.

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Rupiah Tertekan, Ekonom Perkirakan BI Tahan Suku Bunga di 4,75%
Gedung Bank Indonesia (BI). Foto: BankIndonesia/Dok
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Januari 2026. Perkiraan ini didasarkan pada tekanan nilai tukar rupiah yang kembali mendekati level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

‎Menurut Josua, dalam kondisi rupiah yang masih tertekan, pemangkasan suku bunga berpotensi menambah tekanan pada nilai tukar. Penurunan suku bunga dinilai dapat mengurangi daya tarik imbal hasil aset berdenominasi rupiah, sehingga berisiko mendorong pelemahan kurs lebih lanjut.

‎"Sementara pelemahan kurs dapat merembet ke kenaikan harga barang impor dan mengganggu pembentukan ekspektasi inflasi, sehingga BI cenderung lebih memilih mengamankan stabilitas terlebih dulu," kata Josua dalam pesan singkatnya, Jakarta, Selasa (20/1). 

‎Di saat yang sama, Josua menyebut bahwa data domestik juga belum memberi sinyal perlambatan yang sedemikian tajam sehingga perlu segera ditopang lewat pemangkasan suku bunga.

‎"Kegiatan dunia usaha pada triwulan IV 2025 masih terjaga dan responden justru memperkirakan perbaikan pada triwulan I 2026, PMI industri pengolahan berada di fase ekspansi, keyakinan konsumen tetap tinggi, dan penjualan eceran masih tumbuh secara tahunan," papar dia. 

‎Oleh karena itu, ia menilai pemangkasan BI-Rate secara teori tetap mungkin, tetapi peluangnya kecil ketika rupiah masih rapuh. Ruang pemangkasan biasanya baru lebih realistis ketika tekanan kurs mereda, arus dana kembali membaik, dan arah inflasi semakin jelas terkendali, sehingga penurunan suku bunga tidak dibaca pasar sebagai pengabaian stabilitas. 

‎"Sejalan dengan pola tersebut, peluang penurunan suku bunga cenderung terbuka paling cepat pada akhir kuartal II-2026 atau awal semester II-2026," tutup Josua.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Suku Bunga Acuan, Bank Indonesia (BI), Rupiah, dan Rupiah melemah dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.