periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menanggapi pernyataan Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, yang menyatakan pemerintah akan memantau secara ketat kinerja BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pasca gejolak pasar modal yang menyebabkan penurunan tajam pada akhir Januari lalu.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pihaknya menyambut baik perhatian dan dukungan pemerintah tersebut.

"Kami tentu berterima kasih mendapatkan dukungan luar biasa dari pemerintah,” ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Rabu (11/2).

Jeffrey menambahkan, arahan yang disampaikan adik orang nomor satu di Indonesia itu sangat jelas meski pembicaraan berlangsung singkat.

"Seperti tadi Pak Hashim sampaikan, beliau memberikan support bagi kami yang baru menjabat untuk bisa melakukan hal-hal penting dan perlu segera dilakukan. Dan itu akan kami lakukan,” lanjut Jeffrey.

Meski tidak ada arahan khusus yang rinci, Jeffrey memastikan BEI akan menindaklanjuti setiap masukan demi stabilitas dan kinerja pasar modal.

"Tadi cuma ngobrol sebentar, tapi arahannya sangat jelas dan akan kami jalankan. Arahan tersebut sangat clear," imbuhnya.

Dengan respons cepat ini, BEI menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasar dan meningkatkan kepercayaan investor di tengah dinamika pasar saham yang masih rentan terhadap fluktuasi.

Jeffrey berharap dukungan pemerintah dapat menjadi dorongan bagi BEI untuk mengambil langkah-langkah strategis yang diperlukan, sekaligus memastikan pasar modal Indonesia tetap tangguh dan transparan.

Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Perubahan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengeluarkan peringatan tegas kepada BEI dan OJK menyusul gejolak signifikan yang mengguncang pasar modal beberapa hari terakhir.

Hashim menyoroti pentingnya pimpinan BEI dan OJK untuk tidak menutup mata terhadap rangkaian peristiwa yang memicu kegelisahan investor. Ia menekankan dinamika pasar yang muncul setelah rilis laporan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah menjadi sorotan publik dan bahkan mendorong mundurnya sejumlah pejabat di sektor keuangan.

Berdasarkan kondisi tersebut, Hashim menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga reputasi dan kehormatan Republik Indonesia di kancah global. Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto turut memberikan perhatian khusus terhadap isu ini, memastikan langkah-langkah strategis akan diambil untuk menstabilkan pasar dan memperkuat tata kelola lembaga keuangan.

Langkah ini diharapkan menjadi sinyal kuat bagi pelaku pasar bahwa pemerintah siap turun tangan bila diperlukan, sambil mendorong BEI dan OJK untuk bekerja lebih transparan, proaktif, dan responsif.