periskop.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya penguatan industri perkapalan dan galangan kapal nasional sebagai salah satu pilar utama penopang pertumbuhan ekonomi serta sektor manufaktur domestik. 

Purbaya menyayangkan besarnya potensi sumber daya manusia di sektor ini justru terhambat oleh kebijakan yang kurang berpihak pada produksi dalam negeri.

“Saya baru tahu orang kita jago, cuma nggak dikasih kesempatan sama kita sendiri,” ujar Purbaya dalam keterangannya, Rabu (11/2).

Purbaya menilai penyebab utama lesunya industri galangan kapal adalah kebijakan yang masih membuka keran impor kapal bekas terlalu lebar dari luar negeri. Situasi ini secara langsung menggerus permintaan pasar terhadap kapal buatan anak bangsa.

Ironi terjadi karena sebagai negara maritim, Indonesia justru lebih memilih membeli kapal asing. Padahal, kemampuan tenaga ahli lokal sangat mumpuni namun kerap kali tidak mendapatkan panggung di negeri sendiri.

“Jadi orang kita yang mampu-mampu itu nggak dapat order karena kebijakan kita sendiri. Walaupun kita negara empat laut, negara maritim, kapalnya beli dari luar. Orang-orang kita yang ahli nggak dikasih kesempatan,” tutur dia.

Sorotan tajam juga diarahkan sang Bendahara Negara pada rendahnya penyerapan belanja pemerintah untuk mendukung galangan kapal domestik. Program peremajaan kapal yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai belum optimal menyasar industri lokal.

Masih banyak kapal milik negara yang seharusnya bisa dipesan dari galangan domestik, justru tidak terserap dengan baik. Padahal, peningkatan permintaan dalam negeri adalah kunci untuk mendongkrak daya saing global.

Purbaya menekankan perlunya pengamanan permintaan domestik jika ingin industri ini maju. Ia merujuk data presiden mengenai ribuan kapal tua yang membutuhkan peremajaan segera.

“Ke depan, kalau masih mau industri kita maju, demand domestik harus diamankan. Presiden tadi bilang ada 2.491 kapal lebih dari 25 tahun umurnya. Itu kan pasti akan diganti,” ujarnya.

Anggaran pengadaan kapal sebenarnya telah disiapkan oleh pemerintah. Namun, Purbaya melihat alokasi dana tersebut belum memberikan dampak nyata dan signifikan bagi geliat industri manufaktur perkapalan.

Percepatan belanja negara diperlukan sejak awal tahun untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Sektor galangan kapal dinilai memiliki kapasitas besar namun masih kurang dimanfaatkan atau underutilized.

“Kita mau dorong pertumbuhan ekonomi. Uangnya itu saya anggarin kok. Saya perlu uang keluar cepat awal tahun supaya ekonomi tumbuh makin cepat, makin cepat, makin cepat. Salah satu yang saya lihat kita punya kemampuan tapi underutilized karena tidak beri kesempatan adalah industri galangan kapal,” tutup Purbaya.