periskop.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memproyeksikan alokasi anggaran sebesar Rp22,5 triliun guna menuntaskan pembangunan seribu kampung nelayan sepanjang tahun ini. Langkah tersebut bertujuan memperkuat infrastruktur produksi sekaligus mendongkrak daya tawar nelayan nasional.
“Kalau seribu kampung nelayan, anggarannya sekitar Rp22,5 triliun,” ujar Zulkifli Hasan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/2).
Program pembangunan ini merupakan arahan langsung Presiden untuk memperkuat sektor kelautan Indonesia. Pemerintah berencana memperluas jangkauan program tersebut dalam beberapa tahun ke depan.
Saat ini, pemerintah telah memulai pembangunan pada seratus titik kampung nelayan di berbagai wilayah. Progres fisik menunjukkan hasil yang signifikan.
Sebanyak delapan puluh lima kampung nelayan tercatat sudah selesai dibangun sepenuhnya. Sementara itu, sisa pembangunan lainnya kini berada dalam tahap penyelesaian akhir.
Pemerintah menargetkan percepatan pembangunan infrastruktur ini selesai dalam waktu dekat. Cakupan wilayah sasaran akan terus ditambah secara bertahap.
“Tahun ini akan kita selesaikan seribu kampung nelayan. Ke depan ditargetkan sampai lima ribu kampung atau desa nelayan,” kata Zulhas.
Alokasi anggaran jumbo tersebut diyakini memberikan dampak besar terhadap penguatan sektor riil. Selain itu, proyek ini diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah masif.
Rendahnya posisi tawar nelayan selama ini dipicu oleh keterbatasan infrastruktur pendukung produksi. Nelayan sering kali mengalami kendala saat mendistribusikan hasil tangkapan.
Pemerintah berupaya memastikan nelayan memiliki akses terhadap fasilitas produksi dan pengolahan terpadu. Hal ini mencakup ketersediaan pabrik serta sarana pendingin (cold storage).
“Ke depan nelayan akan punya daya tawar yang tinggi karena ada pabriknya, ada cold storage, dan ada distribusinya,” katanya.
Kehadiran fasilitas distribusi yang memadai diharapkan mampu menstabilkan harga komoditas laut. Kesejahteraan nelayan menjadi target utama dari pembangunan kawasan pesisir ini.
Sesuai arahan, penyelesaian program ini akan dilakukan secara terukur. Pemerintah memastikan setiap alokasi dana tersalurkan tepat sasaran pada infrastruktur nelayan.
Pembangunan desa nelayan ini menjadi penggerak utama ekonomi pesisir. Rantai pasok hasil laut akan diperpendek guna menguntungkan produsen lokal.
Tinggalkan Komentar
Komentar