periskop.id – Presiden Prabowo Subianto menilai tingkat gangguan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tergolong sangat kecil dibandingkan skala distribusi masif pemerintah. Capaian ini mencerminkan efektivitas manajemen, logistik, hingga pengendalian mutu yang berjalan di lapangan.

“Kalau dijumlahkan selama ini, kita sudah memproduksi dan mendistribusikan 4,5 miliar porsi makanan. Yang mengalami gangguan sekitar 28 ribu. Statistiknya sekitar 0,0006%. Artinya tingkat keberhasilannya sangat tinggi,” kata Prabowo dalam Indonesia Economic Outlook di Jakarta, Jumat (13/2).

Prabowo memaparkan MBG merupakan program berskala besar yang menyasar anak-anak, ibu hamil, hingga kelompok lanjut usia. Pemerintah menyediakan layanan pengantaran langsung ke rumah bagi penerima manfaat yang memerlukan.

Pemerintah mengakui tetap ada gangguan teknis dalam pelaksanaan distribusi di berbagai wilayah. Namun, secara statistik jumlah temuan tersebut dianggap tidak signifikan.

Evaluasi berkala terus dilakukan untuk mencapai target mendekati nol kesalahan operasional. Fokus perbaikan mencakup penguatan pengawasan kualitas asupan serta kebersihan area dapur produksi.

Presiden menegaskan aspek keamanan air dan pengelolaan limbah menjadi bagian tak terpisahkan dari standar kualitas. Keamanan pangan bagi masyarakat tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

Infrastruktur pendukung berupa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendapat apresiasi khusus dari Kepala Negara. Fasilitas ini telah beroperasi secara merata di berbagai daerah dengan standar yang ketat.

Penggunaan peralatan produksi dalam negeri menjadi salah satu strategi pendukung keamanan pangan. Hal ini sekaligus mendorong kemandirian industri peralatan rumah tangga nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menambahkan skala besar MBG memberikan dampak signifikan terhadap sektor riil. Kebutuhan bahan pangan menciptakan permintaan berkelanjutan bagi masyarakat di tingkat desa.

“Program ini memberikan dampak yang luar biasa terhadap sektor riil. Mulai dari petani sayur, peternak ayam, peternak ikan, hingga pelaku usaha di desa karena hasil produksinya terserap langsung,” ujar Zulkifli Hasan.

Rantai pasok yang panjang dari hulu hingga hilir menjadikan MBG sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Keterlibatan pemasok dan tenaga kerja desa memperkuat perputaran uang di daerah secara nyata.

“Ekonomi desa ikut hidup karena semua terhubung dalam satu rantai pasok, dari produksi sampai distribusi,” katanya.

Pemerintah berkomitmen meningkatkan ketepatan sasaran serta kualitas layanan secara berkelanjutan. Evaluasi terus berjalan agar manfaat program dirasakan seutuhnya oleh masyarakat penerima.