Periskop.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dalam agenda Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2) mengemukakan, dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), diproyeksikan menyerap sekitar 1,5 juta pekerja.
"Dari MBG saja, sekarang sudah lebih dari satu juta orang bekerja. Di ujungnya akan 1,5 juta orang bekerja tiap hari," kata Prabowo saat memaparkan perkembangan terbaru pelaksanaan program MBG.
Menurut Presiden, MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja luas melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Presiden Prabowo mengatakan, pada Jumat pagi telah diresmikan SPPG milik kepolisian dengan total fasilitas yang ditargetkan selesai nantinya mencapai lebih dari 1.100 unit.
Ia mengaku terkesan dengan kualitas fasilitas tersebut. Termasuk penggunaan peralatan produksi dalam negeri yang sudah canggih untuk menjamin kebersihan air, peralatan makan, serta pengelolaan limbah program.
Menurut Presiden, saat ini program MBG telah didukung lebih dari 23 ribu dapur SPPG di seluruh Indonesia. Pada puncak pelaksanaannya, program MBG ditargetkan menjangkau lebih dari 82 juta penerima manfaat dengan dukungan lebih dari 30 ribu dapur.
"Setiap dapur mempekerjakan sekitar 50 orang," kata Prabowo.
Selain tenaga kerja langsung, kata Presiden, setiap dapur juga mendongkrak munculnya lima hingga sepuluh pemasok bahan pangan. Presiden menjelaskan, para pemasok tersebut melibatkan petani dan peternak di tingkat lokal, mulai dari petani sayur dan ikan hingga peternak ayam, kambing, dan sapi perah.
"Ekonomi di desa hidup. Petani sayur, petani ikan, peternak ayam, peternak kambing, peternak susu, semua yakin bahwa hasilnya langsung dibeli dan tidak jauh karena di tiap kampung mereka bisa punya pasar tetap, pasar terjamin. Ini menimbulkan ekonomi dari bawah," kata Kepala Negara.
Presiden menambahkan, sejumlah kepala daerah telah melaporkan mulai terasa dinamika pertumbuhan ekonomi di daerah yang ditopang oleh aktivitas program MBG. Terutama di sektor pertanian dan rantai pasok pangan lokal.
Lapangan Kerja Baru
Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN) Ermia Sofiyessi menyampaikan lapangan kerja baru di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), saat ini telah mencapai lebih dari 890 ribu berkat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Capaian lapangan kerja baru di SPPG kita sudah mencapai 897.777," ucap Ermia Sofiyessi di Jakarta, Jumat.
Ermia juga melaporkan per 12 Februari 2026 sebanyak 21.897 SPPG telah beroperasi di seluruh Indonesia yang melayani 65 juta penerima manfaat, mulai dari siswa PAUD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Per 12 Februari ada 21.897 SPPG sudah berjalan. Saat ini portal sudah ditutup, hanya menunggu proses pembangunan sampai selesai. Penerima manfaat saat ini sudah mencapai 65 juta," tuturnya.
BGN menargetkan, pada bulan Maret 2026 ada 23 ribu SPPG yang sudah bisa beroperasi untuk melayani Program MBG. Saat ini terdapat 5.000 SPPG yang sedang dalam proses pembangunan.
Ermia mengemukakan pada tahun 2025 total ada 32 ribu SPPG yang telah beroperasi. Namun dengan animo masyarakat yang sangat tinggi, imbuhnya, maka untuk 2026 BGN menambahkan target 33.670 SPPG, dimana 25.400 diantaranya berada di daerah aglomerasi dan 8.270 di daerah terpencil.
"Tahun 2026 juga terdapat penambahan penerima manfaat, dimana tahun 2025 guru dan tenaga kependidikan belum mendapatkan MBG, maka mulai Januari 2026 guru dan tenaga kependidikan sudah menerima di sekolah," ucap Ermia.
Tinggalkan Komentar
Komentar