periskop.id - Pemerintah mulai membuka jalur distribusi baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan memasarkan produk mereka langsung di rangkaian kereta api antarkota. Program ini diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan melalui kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia dan didukung Kementerian Perhubungan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, langkah tersebut bukan sekadar promosi simbolis, melainkan upaya membuka akses pasar yang nyata dan berkelanjutan bagi UMKM. Sebelum dipasarkan, puluhan pelaku usaha telah melalui proses seleksi berlapis.

“Kami melakukan kurasi terhadap 50 perusahaan, dan akhirnya enam UMKM ditetapkan untuk masuk ke ekosistem layanan kereta. Empat produknya tersedia di dalam gerbong, sementara dua lainnya dipasarkan melalui Loko Cafe,” kata Budi saat memberikan keterangan di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (24/2).

Menurutnya, potensi pasar dari sektor transportasi kereta api sangat menjanjikan. Dengan 15 rute antarkota yang menjangkau berbagai kota besar, jumlah penumpang dalam setahun bisa mencapai sekitar 51 juta orang.

“Bayangkan jika jutaan penumpang itu mengenal dan mencoba produk UMKM kita. Ini bukan hanya soal penjualan, tetapi juga membangun brand awareness di ruang publik yang strategis,” ujarnya.

Program ini akan berjalan dalam periode tertentu dan berpeluang diperluas jika hasilnya dinilai positif. Pemerintah, kata Budi, ingin memastikan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas melalui akses pasar yang lebih luas.

“Kami ingin UMKM kita mendapat panggung yang lebih besar. Kereta api menjadi salah satu pintu masuknya,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai kolaborasi lintas kementerian ini dapat menjadi model pengembangan pemasaran UMKM di sektor transportasi. Ia membuka peluang agar konsep serupa diterapkan di moda lain.

“Ke depan, kami berharap produk UMKM juga bisa hadir di bus, kapal, hingga area stasiun, pelabuhan, dan bandara. Sarana transportasi adalah titik temu masyarakat dalam jumlah besar, sehingga sangat potensial,” tuturnya.

Selain meninjau peluncuran produk UMKM, Kementerian Perhubungan juga melakukan pengecekan kesiapan layanan kereta api menjelang arus mudik Lebaran. Pemerintah memastikan aspek operasional terus dipersiapkan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

“Persiapan angkutan Lebaran terus kami matangkan supaya perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar,” kata Menteri Perhubungan.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal integrasi antara sektor perdagangan dan transportasi dalam memperkuat daya saing UMKM nasional.