periskop.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan hingga 31 Januari 2026, realisasi anggaran pendidikan tercatat sebesar Rp56,5 triliun atau sekitar 7,4% dari total pagu APBN pendidikan sebesar Rp769,1 triliun.

‎"Anggaran pendidikan telah direalisasikan Rp56,5 triliun dari target APBN Rp769,1 triliun di APBN 2026," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, ditulis Selasa (24/2). 

‎Suahasil menjelaskan secara tren, realisasi anggaran pendidikan menunjukkan peningkatan dibanding beberapa tahun sebelumnya.  ‎Pada 2022 realisasi tercatat Rp13,7 triliun, meningkat menjadi Rp28,4 triliun pada 2023, kemudian Rp56 triliun pada 2024, Rp50,1 triliun pada 2025, dan kembali naik menjadi Rp56,5 triliun pada awal 2026.

‎Dari sisi peruntukan, anggaran tersebut dialokasikan antara lain untuk siswa dan mahasiswa, termasuk Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, dan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp22 triliun.

‎Kemudian, guru, dosen, dan tenaga pendidik seperti TPG dan TPD non-ASN sebesar Rp2,6 triliun dan sekolah dan kampus, termasuk BOS, BOPTN, dan BOP PAUD sebesar Rp27,8 triliun.

‎"Lalu juga bagian dari ekosistem pendidikan kita adalah guru, dosen, tenaga pendidik, antara lain kita membayar tunjangan profesi guru, tunjangan profesi dosen, ini juga telah dibayarkan Rp2,6 triliun," jelas Suahasil. 

‎Selain itu, program Sekolah Rakyat juga terus berjalan. Realisasinya mencapai Rp114,37 miliar atau 0,46% dari pagu Rp24,9 triliun per akhir Januari 2026. 

‎"Jadi proses pendidikannya (Sekolah Rakyat) jalan terus dan APBN terus men-support," tambahnya.

‎Sebanyak 166 Sekolah Rakyat yang didirikan pada 2025 telah beroperasi, dan pada 2026 akan dibangun tambahan 104 sekolah baru dengan skema multi years contract (MYC), sehingga total 270 Sekolah Rakyat ditargetkan beroperasi pada akhir tahun.

‎"Untuk pembangunan yang baru, ini dianggarkan di 2026 dan akan sebanyak 104 sekolah dan akan nanti menjadi tambahan dari sekolah rakyat yang selama ini sudah beroperasi," terang dia. 

‎Sedangkan untuk program revitalisasi sekolah dan madrasah, realisasi anggaran mencapai Rp29,3 miliar atau 0,11% dari pagu Rp17,6 triliun. Pada 2025, sebanyak 12,5 ribu sekolah telah direnovasi, dan pada 2026 ditargetkan menjangkau 11,7 ribu sekolah.