periskop.id - Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Temmy Satya Permana memproyeksikan transaksi uang pada periode Idulfitri 2026 bisa mencapai Rp175 triliun hingga Rp190 triliun. 

‎Melihat potensi tersebut, Temmy mendorong agar para UMKM dalam negeri bisa memanfaatkan momentum tersebut. 

‎Menurutnya, jumlah potensi transaksi tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan angka realisasi perputaran uang pada saat idulfitri 2025 yang mencapai Rp180,9 triliun. Jumlah tersebut berasal dari pergerakan pemudik yang mencapai 154,6 juta orang atau sekitar 54,89% dari jumlah penduduk di Indonesia. 

‎"Nah tahun ini diproyeksikan bahwa angka ini sedikit menurun (jumlah pemudik) dibandingkan tahun lalu 143-140 juta orang akan melakukan mudik dengan estimasi perputaran uang sampai Rp190 triliun," ujar Temmy dalam media gathering, Jakarta, dikutip Rabu (11/3). 

‎Temmy mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah titik potensial bagi UMKM untuk menangkap peluang ekonomi selama arus mudik dan balik. Beberapa lokasi strategis tersebut antara lain rest area jalan tol yang diperkirakan dilalui sekitar 76,2 juta orang, rest area non-tol 23,2 juta orang, pelabuhan 6,40 juta orang, bandara 4,98 juta orang, serta stasiun kereta sekitar 2,12 juta orang.

‎Dari sisi tujuan pemudik, lanjut Temmy, Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan konsentrasi tertinggi, dengan sekitar 68,9% pemudik berada di pulau tersebut. 

‎Beberapa provinsi dengan tujuan pemudik terbanyak antara lain Jawa Barat sekitar 38,71 juta orang, Jawa Tengah sekitar 27,29 juta orang, dan Jawa Timur sekitar 25,09 juta orang. Sementara itu, DI Yogyakarta diperkirakan menerima sekitar 8,2 juta pemudik.

‎Temmy menilai adanya calon konsumen dan pendatang yang melakukan mudik, dapat dimanfaatkan oleh para UMKM, terutama ada di infrastruktur publik, tempat-tempat umum pariwisata, hingga pusat perbelanjaan. 

‎"Dari data pemudik ini 68,9% akan berada di Pulau Jawa kurang lebih sekitar 99 juta. dengan data yang sedemikian besar ini calon konsumen dan pendatang ini wajib dimanfaatkan oleh UMKM yang terutama ada di infrastruktur pabrik, maupun di tempat-tempat pariwisata, di perbelanjaan kota yang menjadi tujuan," jelasnya. 

‎Lebih lanjut, berdasarkan tren perputaran uang selama Lebaran dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023 tercatat sebesar Rp188,2 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp197,6 triliun pada 2024, lalu Rp180,9 triliun pada 2025, dan diperkirakan Rp185,6 triliun pada 2026.