periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap dijaga di level 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah untuk menahan pelebaran defisit adalah melakukan efisiensi belanja di kementerian dan lembaga (K/L).

‎Purbaya mengatakan pemerintah telah mulai menyiapkan berbagai langkah antisipatif, terutama jika terjadi tekanan terhadap anggaran negara, misalnya akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

‎"Ada diskusikan nanti kalau harga bbm yang naik terus kan, angka pertama ya itu, efisiensi. Kita sudah mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan oleh kementerian lembaga nanti. Mereka sudah kita suruh siapkan, kita minta siapkan, berapa persen anggarannya dipotong," ucap Purbaya kepada media, Jakarta, Senin (16/3). 

‎Menurut dia, pemerintah saat ini juga tengah mengevaluasi sejumlah program tambahan yang berpotensi menambah beban anggaran. Untuk sementara, pemerintah akan memprioritaskan pelaksanaan program yang sudah ada di dalam APBN.

‎"Ada beberapa program tambahan, ada ABT kan anggaran tambahan-tambahan yang membuat ggelembung sekali‎. Dengan anggaran sekarang yang pertama kita fokus ke yang ada aja programnya tambahan," terang dia. 

‎Pihaknya, lanjut Purbaya, dalam waktu sekitar satu minggu ke depan akan menetapkan langkah awal agar kementerian dan lembaga mulai menghitung potensi penyesuaian anggaran masing-masing. Meski demikian, ia menegaskan langkah tersebut masih sebatas persiapan dan belum tentu langsung dieksekusi.

‎"Nanti kita mungkin akan dalam seminggu depan kementerian keuangan akan menentukan langkah awal bagi mereka untuk siap-siap ngitung. Tapi belum tentu eksekusi ya, kalo mau dipotong yang mana yang mau dipotong, kira-kira gitu. Nanti mereka adjust kebijakannya berdasarkan potongan kementerian keuangan," paparnya. 

‎Purbaya juga menegaskan bahwa langkah tersebut bukan karena kondisi ekonomi Indonesia sedang mengalami krisis. Menurut dia, perekonomian nasional masih dalam kondisi baik dan pemerintah masih memiliki ruang belanja.

‎"Kita ngga krisis kita ekonomi masih bagus masih ada belanja. Cuman gini, kita harus siapkan langkah yang betul-betul matang-matang supaya ketika diperlukan kita bisa eksekusi dengan betul-betul," tutup Purbaya.