periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8% di 2029. Salah satunya melalui program pembangunan rumah murah yang ditargetkan mencapai 1 juta unit.
Prabowo menjelaskan, program tersebut tidak hanya bertujuan menyediakan hunian layak bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dalam skala besar. Ia memperkirakan setiap pembangunan satu unit rumah dapat menyerap sekitar lima tenaga kerja, mulai dari tukang bangunan, tukang kayu, hingga teknisi listrik.
"Jadi rumah yang kita mau bangun, 1 juta rumah itu diperkirakan satu rumah membutuhkan kurang lebih 5 orang kerja. Tukang batu, tukang kayu, tukang listrik, etc," ucap Prabowo dalam acara diskusi, Senin (23/3).
Dengan target 1 juta rumah, program ini berpotensi membuka hingga 5 juta lapangan kerja langsung. Selain itu, sektor perumahan juga memiliki efek berganda (multiplier effect) yang luas, karena melibatkan puluhan industri turunan seperti kabel, pipa, aluminium, dan bahan bangunan lainnya.
"Jadi dengan bikin satu rumah, kita butuh kabel, kita butuh pipa, kita butuh aluminium. Kalau kita 1 juta rumah aja tuh udah 5 juta orang kerja. Saya yakin, saat ini berjalan itu akan lebih tinggi dari 8%," terang dia.
Ia juga menyoroti masih besarnya kebutuhan hunian nasional yang diperkirakan mencapai kekurangan sekitar 12 juta rumah. Karena itu, program ini dirancang sebagai langkah jangka panjang yang akan terus dikembangkan dalam beberapa tahun ke depan.
Prabowo optimistis, dengan dorongan dari sektor perumahan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat meningkat secara signifikan, bahkan berpotensi menembus angka 8% dalam beberapa tahun mendatang.
"Jadi ini akan membentuk ekonomi. Ini benar-benar akan membentuk ekonomi. Dan akhirnya kan kita bisa ambil rata-rata," tambahnya.
Menurut Kepala negara itu, pertumbuhan ekonomi yang tinggi seperti China tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses bertahap dan konsisten.
"Cina juga tidak tumbuh 13% langsung selama 20 tahun. Mungkin kalau kita di 10 tahun saya pikir sangat mudah kita dapat 8%. Saya sangat yakin. Nanti, everything is based on evidence," terangnya.
"Jadi saya hanya minta waktu dari rakyat, dari masyarakat. Kasih saya waktu, lah. Saya buktikan sampai 2029," tutup Prabowo.
Tinggalkan Komentar
Komentar