periskop.id - Presiden Prabowo Subianto memberikan kritik keras terhadap oknum pejabat teritorial TNI, mulai dari tingkat Babinsa hingga Danrem, yang terkesan “tutup mata” terhadap aktivitas tambang ilegal. Prabowo mempertanyakan integritas para pejabat di wilayah tersebut, jika mereka tidak mampu mendeteksi praktik ilegal yang merugikan negara.
“Saya bilang kepada Panglima TNI, kamu usut bagaimana ada tambang ilegal Babinsa tidak tahu, Danramil tidak tahu, Kodim tidak tahu, Danrem tidak tahu. Untuk apa kita punya pejabat seperti itu, kalau dia tidak tahu atau tidak mau tahu soal tambang ilegal, perkebunan ilegal, dan sebagainya,” kata Prabowo dikutip dari video YouTube di akun pribadinya, Senin (23/3).
Prabowo menegaskan, maraknya tambang dan perkebunan ilegal hingga penyelundupan merupakan bukti nyata lemahnya penegakan hukum dan pengawasan, termasuk di unsur militer. Ia pun mengaku telah menginstruksikan Panglima TNI untuk mengusut tuntas keterlibatan atau pembiaran yang dilakukan aparat di lapangan.
Prabowo turut mengapresiasi langkah Polri yang belakangan mulai berani menindak sejumlah perwira bermasalah di tingkat Kapolres. Namun, ia menekankan, TNI juga memiliki “perwira-perwira yang tidak beres” dan harus segera melakukan pembersihan internal serupa demi menjaga marwah institusi.
“Saya lihat sekarang kepolisian banyak menindak perwira-perwira yang gak beres. Kalau kita lihat ada Kapolres, ada beberapa ya, saya kira itu arah yang lebih baik. Dan juga TNI ada perwira-perwira yang gak beres juga,” jelasnya.
Lebih lanjut, mantan Menteri Pertahanan ini secara khusus menyoroti peran strategis aparat teritorial dan laut dalam mendeteksi segala kejanggalan di wilayah masing-masing. Baginya, aktivitas ilegal berskala besar mustahil tidak terendus jika fungsi intelijen dan pengawasan wilayah berjalan dengan benar.
“Penyelundupan itu pasti terjadi karena lemahnya penegakan hukum. TNI Angkatan Laut bagaimana, Danden bagaimana, Babinsa bagaimana, kok bisa terjadi tambang ilegal, saya pertanyakan,” tutur Prabowo.
Sebagai alumni TNI, Prabowo mengaku sangat terpukul jika institusi militer yang dicintai rakyat tercemar oleh segelintir pejabat yang tak ingin membenahi diri. Ia meminta ada keadilan dalam proses bersih-bersih di tubuh kepolisian maupun militer.
“TNI harus bereskan diri. Saya gak rela institusi saya yang begitu dicintai rakyat tercemar oleh pejabat-pejabat. Jadi ini saya kira kita harus fair, polisi harus bereskan diri, TNI juga harus bereskan diri,” pungkas Prabowo.
Tinggalkan Komentar
Komentar