periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai mengalami kontraksi sebesar 12,6% pada triwulan pertama tahun ini. Penurunan ini terjadi di tengah lonjakan signifikan peredaran rokok ilegal yang berhasil diamankan petugas di lapangan.
"Penindakan terhadap peredaran rokok ilegal meningkat secara signifikan," katanya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta pada Senin (6/4).
Data kementerian menunjukkan jumlah barang bukti rokok ilegal yang berhasil disita mengalami kenaikan fantastis mencapai 66,4%. Total sitaan pada periode ini menembus angka 422 juta batang rokok.
Jumlah tersebut melonjak sangat jauh jika dibandingkan dengan periode serupa pada tahun lalu. Saat itu, otoritas kepabeanan mencatatkan jumlah barang bukti ilegal sebesar 254 juta batang saja.
Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai hingga akhir Maret baru menyentuh angka Rp67,9 triliun. Nominal ini setara dengan 20,2% dari total target yang ditetapkan dalam APBN.
Penerimaan cukai sebagai komponen terbesar mengalami kelesuan akibat penurunan produksi pada akhir tahun lalu. Pemanfaatan fasilitas penundaan pembayaran cukai turut menjadi faktor penghambat penerimaan kas negara.
"Jumlah barang kita lihat ya rokok ilegal tahun lalu 254 juta, tahun ini 422 juta, itu menaik meningkat 66,4%," terangnya.
Purbaya menegaskan pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap arus barang lintas batas guna melindungi industri dalam negeri. Penguatan sistem ini bertujuan memastikan setiap barang kena cukai memenuhi kewajiban pajaknya.
Operasi penindakan rokok ilegal dinilai cukup berhasil meskipun diakuinya belum mencapai tingkat kesempurnaan. Kemenkeu berkomitmen terus memperbaiki celah pengawasan guna menekan angka peredaran barang ilegal di masa depan.
"Jadi cukup berhasil lah, ada peningkatan signifikan lah untuk rokok ilegal walaupun ini masih belum sempurna dan akan kita perbaiki terus ke depan," tambahnya.
DPR mendesak pemerintah tidak hanya fokus pada penindakan di sisi hilir atau pasar saja. Otoritas terkait diminta mulai menyasar pabrik-pabrik produksi rokok ilegal yang berada di hulu guna memutus rantai distribusi secara total.
Penurunan penerimaan cukai hasil tembakau menjadi perhatian serius bagi keberlangsungan postur pendapatan negara. Optimalisasi pengawasan diharapkan mampu mengembalikan jalur penerimaan cukai sesuai target yang direncanakan.
Tinggalkan Komentar
Komentar