periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyentil oknum internal kementeriannya sendiri yang diduga menyebarkan kabar bohong mengenai kondisi kas negara. Isu liar tersebut menyebutkan uang negara akan habis dalam hitungan dua minggu saja.

Purbaya mengungkap kekecewaannya tersebut saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta pada Senin (6/4). “Ada orang yang bilang uang saya tinggal 2 minggu saja sudah habis, bahkan sumbernya bukan dari luar, malah dari orang kementerian keuangan sendiri yang menyebarkan isu-isu seperti itu,” ujarnya.

Munculnya kabar burung tersebut sempat memicu kekhawatiran mengenai stabilitas ekonomi nasional di media sosial. Purbaya mengaku sempat bingung karena sebagai pimpinan tertinggi justru baru mengetahui informasi menyesatkan itu dari luar.

Instansi terkait langsung melakukan penghitungan detail segera setelah harga minyak dunia mengalami kenaikan signifikan. Langkah mitigasi telah disusun matang untuk berbagai skenario harga komoditas global.

Penegasan kondisi keuangan negara ini disampaikan guna meluruskan kesimpangsiuran informasi yang berkembang luas. Purbaya menjamin posisi APBN saat ini masih dalam kategori sangat aman dan terjaga.

Perhitungan internal memastikan anggaran masih sanggup menanggung beban subsidi energi tanpa perlu menaikkan harga BBM. Defisit anggaran diproyeksikan tetap terkendali pada angka 2,92% dari Produk Domestik Bruto.

"Saya baru tahu, padahal menterinya saya, jadi saya agak bingung," terangnya.

Pemerintah juga masih memiliki dana cadangan berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun sebagai bantalan tambahan. Dana fantastis ini menjadi bukti nyata negara tidak sedang mengalami krisis keuangan.

Purbaya menekankan pentingnya menjaga narasi positif agar tidak menimbulkan sentimen negatif di pasar keuangan. Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya pada kabar yang tidak memiliki dasar data akurat.

"Kita sudah siapkan sampai akhir tahun dengan asumsi rata-rata 100 dolar, artinya nanti ada yang di atas 100 dolar dalam periode tertentu, kita masih kuat," katanya.

Komisi XI DPR RI mendukung langkah Menkeu untuk menjaga integritas informasi di lingkungan kementerian. Kepercayaan publik terhadap kebijakan fiskal sangat bergantung pada akurasi data yang dikeluarkan pemerintah.

Penjelasan terbuka ini diharapkan mampu mengakhiri spekulasi liar mengenai kemampuan bayar pemerintah hingga akhir tahun anggaran. Purbaya berkomitmen terus menjaga transparansi pengelolaan dana rakyat secara akuntabel.