banner-sheroes-yoga
Ekonomi

Bos BI Sebut Ekonomi Global 2025 Stagnan, Tekanan Tarif Hambat Penurunan Inflasi

Perry Warjiyo ungkap perang dagang dan geopolitik picu ketidakpastian global 2025, hambat inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Bos BI Sebut Ekonomi Global 2025 Stagnan, Tekanan Tarif Hambat Penurunan Inflasi
Tangkapan layar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam Raker bersama Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Foto: Periskop/Pipit Ramadhani
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, menyampaikan perekonomian global sepanjang 2025 diwarnai ketidakpastian tinggi akibat meningkatnya perang dagang dan ketegangan geopolitik antarnegara.

‎Menurut Perry, kebijakan tarif resiprokal sepihak yang diterapkan Amerika Serikat (AS) pada 2025 yang lalu telah memicu fragmentasi ekonomi global serta mengganggu rantai pasok dunia. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi global cenderung stagnan di kisaran 3,3%, tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

‎"Nah itu merubah secara total bagaimana kondisi global yang berdampak terhadap kondisi ekonomi Indonesia termasuk berdampak bagaimana kami menjalankan mandat undang-undang menjaga stabilitas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Perry dalam Raker bersama Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (8/4). 

‎Selain itu, Perry menjelaskan bahwa tekanan perang dagang juga membuat proses penurunan inflasi global berjalan lebih lambat dari perkiraan. 

‎Pada 2025, inflasi dunia tercatat turun dari 4,9% menjadi sekitar 3,5%, namun kata dia, seharusnya bisa lebih rendah jika tidak ada eskalasi kebijakan tarif tersebut.

‎"Mestinya bisa lebih rendah lagi, sehingga itu berdampak bahwa meskipun secara umum kebijakan monitor global itu akomodatif, tapi tingkat kecepatan penurunan suku bunganya lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya," terang dia. 

 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Komisi XI DPR RI, inflasi, Bank Indonesia (BI), dan ekonomi dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.