periskop.id - Bank Indonesia (BI) menegaskan perekonomian Indonesia tetap berada pada jalur yang tepat dan terkelola dengan baik di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid didukung oleh permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta pemulihan intermediasi perbankan, Indonesia menunjukkan ketahanan yang konsisten di tengah tekanan eksternal.
"Bank Indonesia juga menekankan bahwa respons kebijakan yang ditempuh tidak lagi bersifat konvensional, melainkan melalui bauran kebijakan yang terintegrasi dan adaptif, mengombinasikan kebijakan moneter yang berfokus pada stabilitas, kebijakan makroprudensial yang pro-pertumbuhan, serta penguatan sistem pembayaran untuk mendukung aktivitas ekonomi dan digitalisasi," ucap Perry dalam keterangannya, Rabu (15/4).
Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, pihaknya menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas melalui pengelolaan nilai tukar yang fleksibel namun terukur, penguatan instrumen moneter untuk menjaga daya tarik aset domestik, serta pengelolaan likuiditas yang hati-hati agar tetap mendukung pertumbuhan.
Ia menilai sinergi erat dengan Pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, termasuk komitmen mempertahankan defisit di bawah 3% dari PDB serta realokasi belanja ke sektor produktif, turut memperkuat kredibilitas kebijakan nasional.
Dalam jangka menengah, katanya, Indonesia juga menegaskan arah transformasi struktural menuju ekonomi bernilai tambah lebih tinggi melalui hilirisasi dan pengembangan sektor berbasis teknologi.
"Secara keseluruhan, rangkaian pertemuan ini memperkuat keyakinan investor bahwa Indonesia tidak hanya berdaya tahan, tetapi juga semakin adaptif dan kredibel dalam menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah tantangan global," terang dia.
Dalam rangkaian pertemuan lanjutan dengan investor global pada IMF Spring Meetings 2026 (14/4), Indonesia kembali ditegaskan sebagai salah satu “bright spot” dalam perekonomian global, didukung fundamental yang kuat dan kebijakan yang kredibel.
Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva menilai Indonesia mampu mengelola keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan secara optimal, dengan tetap menjaga momentum pertumbuhan yang didukung oleh kuatnya permintaan domestik, di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Ia juga menyoroti konsistensi Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter, disiplin mempertahankan defisit di bawah 3% PDB, serta respons kebijakan yang adaptif dan forward-looking dalam menghadapi tekanan eksternal.
Tinggalkan Komentar
Komentar