Periskop.id - Jaringan minuman raksasa asal China, Mixue, melakukan langkah besar dalam peta bisnis internasionalnya dengan menutup sebanyak 428 gerai luar negeri sepanjang tahun lalu.
Melansir VnExpress pada Kamis (23/4), penutupan gerai ini terkonsentrasi di dua pasar luar negeri terbesarnya, yaitu Indonesia dan Vietnam. Langkah drastis ini diambil perusahaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar operasional dan efisiensi perusahaan secara menyeluruh.
Meskipun tidak merinci jumlah pasti gerai yang ditutup di masing-masing negara, pihak manajemen Mixue menyatakan dalam laporan keuangan terbaru bahwa fokus utama mereka saat ini adalah mengoptimalkan kinerja gerai yang sudah ada.
Strategi ini diharapkan dapat mendukung operasional jangka panjang yang lebih berkelanjutan dan stabil bagi merek yang identik dengan maskot manusia salju tersebut.
Transformasi Strategi di Pasar Asia Tenggara
Di Vietnam, Mixue menunjukkan perubahan model bisnis yang signifikan. Sebagaimana tercantum dalam prospektus penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong pada awal 2025, Mixue tercatat memiliki 1.304 gerai per September 2024.
Saat ini, perusahaan tengah mempercepat transisi dari format toko kecil tradisional menuju gerai yang lebih luas dan premium.
Lokasi-lokasi baru Mixue kini dirancang dengan area persiapan bahan yang lebih luas, etalase yang menghadap langsung ke jalan raya, serta luas lantai yang lebih lapang.
Sejak masuk ke Vietnam pada 2018, Mixue telah berhasil melakukan ekspansi nasional dengan mengandalkan produk andalan seperti lemonade, es krim, hingga berbagai jenis teh buah dengan harga terjangkau di kisaran 10.000 hingga 30.000 dong Vietnam.
Kemampuan Mixue untuk mempertahankan harga murah di tengah persaingan ketat berakar pada kontrol ketat terhadap rantai pasok mereka. Perusahaan mengelola sendiri seluruh proses mulai dari produksi bahan baku, sistem logistik, riset dan pengembangan (R&D), hingga pengawasan kualitas.
Menurut platform manajemen toko iPOS, agresivitas waralaba Mixue telah berperan penting dalam membentuk ulang pasar minuman di Vietnam, khususnya pada segmen harga terjangkau.
Dinamika Ekspansi dan Penyesuaian Pasar Luar Negeri
Meskipun melakukan perampingan di beberapa wilayah, gairah ekspansi Mixue secara keseluruhan belum sepenuhnya padam, namun kini bergerak dengan pola yang lebih terukur dan variatif.
Menurut The Star, dinamika pembukaan gerai waralaba Mixue tetap sangat tinggi. Sepanjang 2025, perusahaan membuka 14.496 gerai baru secara global, namun di sisi lain juga menutup 2.527 gerai, sehingga menghasilkan penambahan bersih sekitar 12.000 lokasi.
Untuk pasar internasional, jumlah gerai tercatat sebanyak 4.467 pada akhir 2025, sedikit menurun dibandingkan angka 4.895 pada tahun sebelumnya.
Penurunan jumlah total gerai internasional ini diimbangi dengan eksplorasi pasar baru di Kazakhstan dan Amerika Serikat. Selain itu, Mixue memperkenalkan merek kopi miliknya, Lucky Cup, yang memulai debut di Malaysia dan Thailand.
Hingga akhir 2025, perusahaan telah beroperasi di 13 negara dengan dukungan infrastruktur gudang dan logistik lokal yang sudah terbangun di delapan negara di antaranya.
Secara global, Mixue memiliki total 59.823 gerai pada akhir tahun lalu, termasuk 55.356 gerai yang berada di China daratan.
Dominasi Mixue di kancah internasional pun semakin tidak terbendung. Dalam daftar "Global 50 Chinese Catering Brands" 2026 yang dirilis oleh China Chain Store and Franchise Association, Mixue Group memimpin jauh di posisi puncak.
Jumlah gerai luar negeri milik Mixue dilaporkan lebih besar dibandingkan total gabungan sembilan merek besar China lainnya yang masuk dalam daftar tersebut.
Melangkah Lebih Jauh Menembus Pasar Benua Baru
Keberhasilan menguasai pasar Asia dan sebagian wilayah Barat tidak lantas membuat Mixue berhenti untuk melakukan terobosan ke wilayah wilayah geografis yang lebih menantang.
Sebagaimana dilansir oleh People’s Daily Online, Mixue secara resmi memulai petualangannya di Benua Amerika Selatan. Pada 11 April 2026, jaringan ini meresmikan gerai pertamanya di São Paulo, Brasil.
Ekspansi ini menandai babak baru dalam visi global perusahaan yang kini lebih fleksibel, di mana keputusan ekspansi didasarkan pada analisis mendalam terhadap permintaan lokal, kinerja gerai, serta kondisi ekonomi makro di tiap wilayah.
Secara finansial, strategi adaptif ini terbukti membuahkan hasil manis. Pada laporan tahun 2025, pendapatan Mixue melonjak 35% menjadi 33,56 miliar yuan China (sekitar US$4,9 miliar), dengan laba bersih yang turut terkerek naik 33% mencapai 5,93 miliar yuan.
Tinggalkan Komentar
Komentar