periskop.id - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo optimistis kondisi rupiah akan segera stabil.

 

Hal itu dia sampaikan usai menghadiri rapat tertutup bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (18/5).

 

Usai melangkah keluar dari ruang rapat tersebut, Perry langsung “diserbu” awak media. Tak banyak bicara, Perry hanya mengatakan kalau Rupiah akan bergerak stabil beberapa waktu ke depan.

 

"Yakin stabil," ujar Perry sambil berlalu masuk ke dalam mobil untuk meninggalkan Istana Negara.

 

Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran menteri ekonomi, yakni  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian; Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan; Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi; Rosan Roeslani, dan Gubernur Bank Indonesia (BI); Perry Warjiyo.

 

Selain itu, turut hadir Menteri Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, Brian Yuliarto dan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

 

Dalam rapat berdurasi kurang lebih dua jam, Prabowo bersama para pembantunya itu membahas berbagai isu ekonomi terkini, termasuk soal nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika yang terus merosot.

 

Berdasarkan Senin (18/5) rupiah berada di level Rp 17.645 per Dollar AS. Rupiah melemah 1,17 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

 

Sementara itu, dalam rapat bersama DPR RI, Perry mengatakan rupiah yang saat ini di level melampaui Rp17.600 masih di bawah nilai fundamentalnya (undervalue) yaitu Rp16.500 sebagaimana asumsi makro APBN. 

 

Nilai wajar itudihitung berdasarkan realisasi inflasi dan laju ekonomi nasional. Faktor pendukungnya terlihat pada kuartal I/2026, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia melesat hingga 5,61% year on year (yoy).

 

Perry menambahkan bahwa walaupun rupiah hari ini bertengger di level Rp17.600, rata-rata nilai tukar secara tahun berjalan (year to date/YtD) masih berada di angka Rp16.900.

 

Kendati demikian, ia mengakui bahwa rata-rata berjalan tersebut tetap berada di atas rentang nilai fundamental yang seharusnya.