periskop.id – Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi mengkritik keras lambannya pengungkapan penyebab kecelakaan kereta di Bekasi. Insiden tragis akhir April lalu melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.
“Saya yakin kalau saya tanya sama Kepala Basarnas sekarang sudah tahu (penyebab kecelakannya). Itu ada Kepala KNKT-nya sudah tahu tuh apa sebabnya. Ini kalau alasan yang disampaikan adalah alasan karena masih dalam proses penyidikan, buat saya secara penyidikan, ini nggak masuk akal, Pak,” tegas Mori di Jakarta, Jumat (15/5).
Kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur tersebut menewaskan 16 orang. Puluhan penumpang lain juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Kerusakan parah menimpa bagian gerbong belakang KRL. Area tersebut menjadi lokasi dengan jumlah korban paling banyak.
Mori menilai kasus ini bukan jenis kecelakaan yang rumit untuk diinvestigasi. Tim penyidik seharusnya sudah bisa mengambil kesimpulan akhir.
Legislator Fraksi Partai NasDem tersebut mempertanyakan dalih pemerintah. Otoritas terkait berdalih proses penyelidikan hingga kini masih berjalan.
Ketidakjelasan informasi dinilai merugikan publik. Masyarakat memerlukan kepastian terkait evaluasi keselamatan transportasi nasional.
“Kecelakaan kereta di Bekasi itu nggak pelik. Sederhana itu, Pak. Kok bapak-bapak bisa mengatakan, belum bisa menyimpulkan apa sebabnya? Udah berapa lama itu, Pak? Jadi di sisi lain tiba-tiba alasan kesehatan. Ini mana yang tepat alasan ini, Pak,” ujarnya.
Politisi ini juga menyoroti rentetan kecelakaan transportasi lain. Beberapa insiden fatal terjadi dalam waktu yang berdekatan.
Salah satu yang mengundang keprihatinan adalah kecelakaan bus ALS. Peristiwa mengerikan tersebut merenggut 16 nyawa korban.
Mori memprotes performa Kementerian Perhubungan sebagai otoritas tertinggi. Rentetan kecelakaan menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan.
“Saya terus terang kecewa. Ini yang punya, ini kan Menteri Perhubungan. Apalagi persoalannya kemudian, kalau nggak salah seminggu selain itu ada kecelakaan lagi tuh. Kereta lagi. Jadi kita belum bicara tabrakan bus ALS 16 orang meninggal,” katanya.
Pemerintah dituntut segera memperkuat sistem pengawasan. Evaluasi total terhadap keselamatan transportasi publik tidak bisa ditunda lagi.
Mori meminta setiap investigasi kecelakaan dilakukan secara transparan. Langkah tegas ini penting agar tragedi serupa tidak terulang.
Tinggalkan Komentar
Komentar