periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membenarkan adanya rencana penyesuaian anggaran pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

 

Advertisement

Namun, ia menegaskan besaran perubahan anggaran tersebut masih menunggu keputusan Presiden.

 

"Sudah, nanti kita tunggu. Kita ikutin keputusan Bapak Presiden," kata Purbaya kepada media, Jakarta, Kamis (11/6).

 

Pernyataan ini menanggapi informasi mengenai kemungkinan pengurangan anggaran MBG yang sebelumnya diungkapkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

 

Ketika ditanya apakah telah ada komunikasi terkait rencana penyesuaian anggaran tersebut, Purbaya menjawab bahwa pembahasan memang sudah dilakukan.

 

Meski demikian, ia belum bersedia mengungkapkan angka pasti anggaran MBG yang akan disesuaikan. Saat ditanya mengenai besaran anggaran yang akan dipangkas, Purbaya memilih untuk menunggu keputusan resmi pemerintah.

 

Ia juga belum memberikan rincian terkait besaran efisiensi anggaran yang disebut cukup signifikan. Menurutnya, penjelasan lebih lanjut mengenai hal tersebut akan disampaikan oleh Badan Gizin Nasional (BGN).

 

"Sudah, ke angka berapa itu? Sudah, nanti kita tunggu (nominal efisiensi). Nanti kita tunggu dari Bu Nanik (Kepala BGN) seperti apa ya," terang dia.

 

Sebagai informasi, Prasetyo mengungkapkan pemerintah tengah melakukan evaluasi terhadap kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Dari hasil perhitungan sementara, pemerintah meyakini kebutuhan anggaran program tersebut berpotensi lebih rendah dibandingkan alokasi yang telah direncanakan sebelumnya.

 

Prasetyo menegaskan, potensi penurunan kebutuhan anggaran tersebut bukan merupakan pemangkasan anggaran, melainkan hasil dari proses penataan dan penghitungan ulang yang lebih rinci.

 

"Bukan pemangkasan ya, tapi dari hasil perhitungan, kita meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program makan bergizi gratis ini. Makanya kami minta waktu untuk juga menghitung dengan Kementerian Keuangan maupun dengan BGN," kata Prasetyo kepada media, Jakarta, Kamis (11/9).

 

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini masih melakukan penyesuaian berbagai komponen dalam program MBG agar kebutuhan anggaran yang ditetapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

 

 "Jadi dari proses penataan nanti akan akan bisa kita hitung dengan lebih cermat sesungguhnya anggaran yang dibutuhkan untuk program makan bergizi ini totalnya menjadi berapa," tuturnya.