periskop.id - Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan pemerintah tengah melakukan evaluasi terhadap kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari hasil perhitungan sementara, pemerintah meyakini kebutuhan anggaran program tersebut berpotensi lebih rendah dibandingkan alokasi yang telah direncanakan sebelumnya.
Prasetyo menegaskan, potensi penurunan kebutuhan anggaran tersebut bukan merupakan pemangkasan anggaran, melainkan hasil dari proses penataan dan penghitungan ulang yang lebih rinci.
"Bukan pemangkasan ya, tapi dari hasil perhitungan, kita meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program makan bergizi gratis ini. Makanya kami minta waktu untuk juga menghitung dengan Kementerian Keuangan maupun dengan BGN," kata Prasetyo kepada media, Jakarta, Kamis (11/9).
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini masih melakukan penyesuaian berbagai komponen dalam program MBG agar kebutuhan anggaran yang ditetapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
"Jadi dari proses penataan nanti akan bisa kita hitung dengan lebih cermat sesungguhnya anggaran yang dibutuhkan untuk program makan bergizi ini totalnya menjadi berapa," tuturnya.
Prasetyo menambahkan, evaluasi tersebut mencakup seluruh komponen pembiayaan program, termasuk skema insentif operasional dapur yang selama ini menjadi bagian dari pelaksanaan MBG.
"Semua," imbuhnya.
Menurut Prasetyo, pemerintah menargetkan proses penghitungan ulang dan penataan program dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan. Namun, Prasetyo mengakui proses tersebut masih dapat berkembang mengikuti dinamika yang terjadi di lapangan.
"Kita target awal satu bulan ini harus harus sudah selesai. Tapi tentunya kan semua ada dinamikanya ya," imbuh Prasetyo.
Meski demikian, ia menegaskan program MBG yang telah berjalan tidak boleh terganggu selama proses evaluasi berlangsung. Pemerintah juga akan terus melakukan perbaikan dan pengawasan untuk menjaga kualitas pelaksanaan program.
"Makanya yang pertama tentu tadi kita tekankan adalah yang sudah berjalan tetap berjalan, tidak boleh ada gangguan. Dan di situ pun juga catatan-catatan perbaikan itu terus tetap harus dilakukan. Yang sudah baik pun juga harus ada pengawasan supaya kualitasnya bisa terjaga. Kita tidak ingin ada penurunan," tutupnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar