periskop.id - Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran direksi bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ke Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6). Agenda pertemuan itu tidak dibuka ke publik.

Pemanggilan tersebut berlangsung di hari yang sama dengan pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia untuk Juni 2026. Sepekan sebelumnya, Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5% sebagai respons atas depresiasi rupiah.

Advertisement

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6).

Kenaikan BI Rate itu dipicu pelemahan rupiah yang terus tergerus hingga menembus angka di atas Rp18.000 per dolar AS. Tekanan nilai tukar menjadi pertimbangan utama di balik keputusan tersebut.

Bersamaan dengan kenaikan BI Rate, suku bunga Deposit Facility turut naik 25 bps menjadi 4,5%. Suku bunga Lending Facility juga terkerek 25 bps menjadi 6,25%.

Di Istana, para petinggi bank pelat merah mulai berdatangan sejak pukul 14.00 WIB. Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya tercatat sebagai salah satu yang pertama tiba, mengenakan kemeja putih dipadukan celana hitam.

Dari jajaran BNI, hadir Direktur Risk Management David Pirzada dan Wakil Direktur Utama Alexandra Askandar. Sejumlah direksi Himbara lainnya juga tampak hadir, seluruhnya kompak berpakaian kemeja putih dengan celana berwarna gelap.

Akhmad Purwakajaya memilih bungkam saat wartawan menanyakan agenda pertemuannya dengan Presiden Prabowo hari itu. Tidak ada satu pun direksi yang hadir yang memberikan keterangan terkait tujuan pemanggilan.

Pengumuman Hasil RDG Juni 2026 dijadwalkan disampaikan langsung oleh Perry Warjiyo bersama seluruh Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia pada hari yang sama. Hasil rapat itu dinantikan pasar di tengah kondisi rupiah yang masih tertekan.

Pertemuan para bos Himbara dengan Prabowo pun semakin menarik perhatian, mengingat waktunya yang berdekatan dengan momen pengumuman arah kebijakan moneter terbaru BI.