Periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan koordinasi antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) terus diperkuat untuk menjaga stabilitas likuiditas di sektor keuangan. Menurutnya, komunikasi yang intensif antara otoritas fiskal dan moneter membuat respons kebijakan menjadi lebih selaras.
Purbaya mengatakan kondisi likuiditas yang sempat menjadi perhatian beberapa pekan lalu kini mulai menunjukkan perbaikan. Meski demikian, Kemenkeu dan BI tetap melakukan komunikasi secara rutin untuk memantau perkembangan di pasar keuangan.
"Jadi kami dengan Bank Sentral berkomunikasi amat erat untuk masalah likuiditas. Kalau saya ngomong kan beberapa minggu yang lalu, Ibu Destri kan ngomongnya kemarin, sudah membaik? Ya sudah membaik kalau sekarang sih," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Selasa (21/7).
Ia menegaskan sinergi antara Kemenkeu dan BI berjalan sangat baik. Bahkan, koordinasi diperkuat melalui penempatan pejabat di kedua institusi guna memperlancar komunikasi dan penyelarasan kebijakan.
"Tapi kita komunikasi terus dengan Bank Sentral jadi sinerginya amat bagus. Bahkan saya import tuh Deputi Gubernur Bank Sentral jadi wamen saya nih. Saya ekspor wamen saya jadi Deputi Gubernur sana," jelasnya.
Selain itu, Purbaya mengungkapkan perwakilan Kementerian Keuangan kini rutin menghadiri Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Langkah tersebut dilakukan agar koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter semakin erat serta meminimalkan perbedaan persepsi dalam merespons perkembangan ekonomi dan kondisi likuiditas.
"Jadi untuk mengikatkan, mempererat koordinasi antara kami dengan Bank Sentral, setiap RDG sekarang Pak Juda (Wakil Menteri Keuangan) berangkat ke sana. Jadi enggak ada miss yang terlalu besar," tutup Purbaya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar