Periskop.id - Chief Economist PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Martin D. Siyanarammual, memprediksi Bank Indonesia (BI) akan kembali menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026.
Menurut Martin, kenaikan tersebut menjadi skenario yang paling mungkin dibandingkan opsi lainnya. Dengan demikian, BI Rate diperkirakan naik 25 bps dari level saat ini.
"Nah sekarang tebakan saya naik 25 poin. Kalau ditanya opini, kita punya opini," kata Martin saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/7).
Martin menjelaskan, hingga akhir tahun ruang bagi BI untuk memangkas suku bunga praktis tidak ada. Menurutnya, pilihan kebijakan moneter saat ini hanya tersisa dua, yakni menaikkan suku bunga atau mempertahankannya di level saat ini.
"Untuk satu yang saya yakin, saya benar sampai akhir tahun pilihannya itu cuma dua, bukan tiga. Tadi kan naik, turun, atau tetap. Pilihannya cuma naik atau tetap, turun itu tidak mungkin," terang Martin.
Lebih jauh, dia menilai tekanan yang masih membayangi perekonomian, terutama terhadap stabilitas nilai tukar dan kondisi eksternal, membuat pelonggaran kebijakan moneter belum menjadi opsi yang realistis.
"Tidak ada opsi turun sekarang. Kenapa opsi turun itu tidak terjadi? Alasannya sederhana. Kalau kondisi masih tertekan, opsi turun itu bukan opsi yang akan diambil oleh otoritas di mana pun," tutupnya.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar