periskop.id - PT Bank Central Asia (BCA) menyebut kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) sebagai langkah strategis. Keputusan tersebut dinilai tepat untuk merespons dinamika ekonomi global sekaligus menstabilkan pergerakan nilai tukar rupiah.

BCA juga menegaskan akan terus mencermati dampak kebijakan moneter itu terhadap kondisi perekonomian dan industri perbankan secara menyeluruh.

Advertisement

"Kami melihat keputusan ini merupakan langkah strategis BI dalam merespons dinamika ekonomi global serta pergerakan nilai tukar rupiah," kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (10/6).

Sehari sebelumnya, BI melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps), dari sebelumnya 5,25% menjadi 5,50%.

Hera memaparkan, BCA secara konsisten mengamati perkembangan suku bunga acuan beserta sejumlah indikator makroekonomi lainnya. Indikator tersebut mencakup potensi risiko, kondisi likuiditas perbankan, hingga dinamika pasar yang dipengaruhi faktor permintaan dan penawaran.

Berbagai faktor itu, menurutnya, menjadi pijakan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dan ekspansi kredit yang sehat.

"Secara bersamaan, BCA senantiasa melakukan peninjauan berkala dan memperhatikan tingkat suku bunga kredit pada level yang dapat diterima pasar dan memperhatikan daya beli masyarakat," tuturnya.

Ke depan, BCA berkomitmen terus mendorong penyaluran kredit yang berkualitas. Prinsip kehati-hatian dan penerapan manajemen risiko yang disiplin akan tetap menjadi landasan utama dalam setiap keputusan ekspansi kredit perseroan.

Kenaikan BI-Rate ini merupakan bagian dari respons kebijakan moneter BI terhadap tekanan eksternal yang masih berlangsung, termasuk ketidakpastian di pasar keuangan global yang memengaruhi arus modal dan kurs mata uang negara-negara berkembang.

BCA menilai stabilitas nilai tukar rupiah perlu dijaga secara konsisten agar kepercayaan pelaku industri, khususnya sektor perbankan, tetap terjaga di tengah kondisi global yang terus bergerak.