Periskop.id - Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) semakin dekat melayani masyarakat secara penuh. Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang 24 kilometer dari Suko hingga Paiton, telah menyelesaikan seluruh konstruksi dan mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO). Namun, ruas tersebut belum langsung dibuka karena masih menunggu penyempurnaan Simpang Susun Gending yang menghubungkannya dengan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro).

Dua seksi yang siap tersebut terdiri atas Seksi 1 Suko-Kraksaan sepanjang 12,8 km dan Seksi 2 Kraksaan-Paiton sepanjang 11,2 km. Sementara itu, Seksi 3 Paiton-Besuki sepanjang 25,6 km masih berada dalam proses Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO).

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menilai, penyelesaian ruas tol tersebut tidak hanya berkaitan dengan percepatan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan aktivitas ekonomi di Jawa Timur bagian timur.

“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” kata Dody, Jumat (7/8). 

Tinggal Tunggu Penyempurnaan Simpang Susun Gending

Meski Seksi 1 dan 2 telah mengantongi SLO, pengoperasian secara penuh masih bergantung pada penyelesaian sejumlah rekomendasi di Simpang Susun Gending. Simpang ini menjadi titik penting karena menghubungkan Tol Paspro dengan Tol Prosiwangi sehingga kendaraan nantinya dapat melaju langsung menuju Kraksaan dan Paiton tanpa keluar ke jalan non-tol.

BPJT mencatat pemeriksaan ULFO pada Simpang Susun Gending telah dilakukan pada 16-17 Juli 2026. Tim masih meminta penyempurnaan pada sejumlah aspek, mulai dari rambu dan marka, guardrail, fasilitas keselamatan, penerangan jalan, kondisi jalan dan drainase hingga penataan area jalan tol.

PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol sebagai badan usaha jalan tol terkait telah menyatakan akan menyelesaikan rekomendasi tersebut sebelum dilakukan evaluasi lanjutan. Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, Simpang Susun Gending dapat menuju tahapan pengoperasian resmi.

Kepala BPJT Wilan Oktavian sebelumnya menjelaskan Seksi 1 dan 2 sebenarnya sudah sempat digunakan secara terbatas ketika libur Natal dan Tahun Baru 2025-2026.

“Jalan Tol Probowangi Segmen Gending-Paiton progresnya cukup positif ya, karena sudah kami fungsionalkan saat Nataru 2025-2026. Setelah Nataru, ruas tersebut kami tutup kembali untuk memenuhi persyaratan operasional secara penuh,” ucap Wilan.

Pernah Pangkas Perjalanan Gending-Paiton Jadi 20 Menit

Manfaat ruas tersebut sudah terlihat ketika dibuka secara fungsional. Pada periode Lebaran 2025, Kementerian PU mencatat perjalanan Gending-Paiton melalui jalan nasional membutuhkan waktu sekitar 50 menit. Ketika menggunakan tol fungsional, waktu perjalanan dapat dipangkas menjadi sekitar 20 menit.

Saat itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur-Bali Gunadi Antariksa menyebut antusiasme pengguna cukup tinggi.

“Ruas jalan tol ini dipastikan aman untuk dilewati kendaraan. Kalau melewati jalan nasional dari arah Gending-Paiton akan memakan waktu sekitar 50 menit, namun dengan fungsionalnya ruas ini bisa dilalui dengan waktu sekitar 20 menit saja. Dengan waktu operasional 10 jam dan satu arah, jumlah kendaraan yang melintas cukup banyak dan animonya sangat tinggi. Mungkin kalau difungsionalkan 24 jam, akan jauh lebih tinggi. Hanya saja, dengan alasan safety seperti karena penerangan jalan dan rambu-rambu belum lengkap, masih kami batasi,” jelas Gunadi.

Pada periode tersebut, volume tertinggi mencapai sekitar 3.800 kendaraan per hari. Sekitar 19 ribu kendaraan telah menggunakan ruas fungsional hingga awal April 2025.

Penggunaan secara terbatas kembali dilakukan pada Lebaran 2026. Tol Prosiwangi yang dibuka fungsional pada 14-29 Maret 2026 melayani sekitar 2.000 hingga 2.500 kendaraan Golongan I per hari pada awal periode operasionalnya.

Jika Seksi 3 Rampung, Tol Tersambung hingga Besuki

Tahap berikutnya adalah menyelesaikan Seksi 3 Paiton-Besuki sepanjang 25,6 km yang kini menjalani ULFO. Jika seluruh tahapan selesai, tiga seksi awal akan membentuk koridor sekitar 49,6 km menuju Besuki.

BPJT sebelumnya memperkirakan Tol Probolinggo-Besuki dapat memangkas perjalanan yang semula membutuhkan sekitar 1 jam 15 menit melalui jalur eksisting menjadi sekitar 30 menit, dengan asumsi kecepatan perjalanan rata-rata 80-100 km per jam.

Tahap awal tersebut juga dilengkapi tiga simpang susun di Kraksaan, Paiton dan Besuki serta tiga gerbang tol di lokasi yang sama.

Secara keseluruhan, Kementerian PU mencatat Tol Prosiwangi dirancang sepanjang 175,4 km dan terbagi menjadi tujuh seksi. Setelah Suko-Kraksaan, Kraksaan-Paiton dan Paiton-Besuki, pembangunan akan dilanjutkan melalui Besuki-Situbondo sepanjang 42,3 km, Situbondo-Asembagus 16,7 km, Asembagus-Bajulmati 37,4 km, serta Bajulmati-Ketapang sepanjang 29,2 km.

Ketika seluruh koridor selesai, Tol Prosiwangi akan memperpanjang jaringan jalan tol menuju ujung timur Pulau Jawa dan membuka akses lebih cepat menuju Situbondo serta Banyuwangi. Kementerian PU mengharapkan, konektivitas tersebut memperlancar distribusi logistik sekaligus meningkatkan akses ke kawasan industri, pusat distribusi dan destinasi pariwisata di Jawa Timur bagian timur.

Untuk saat ini, perhatian utama masih berada pada Simpang Susun Gending. Artinya, Seksi 1 dan 2 memang telah selesai dan dinyatakan laik operasi, tetapi tanggal pembukaan resminya untuk masyarakat masih menunggu seluruh rekomendasi ULFO di simpang penghubung tersebut dituntaskan.