periskop.id - Harga emas bergerak stabil pada Kamis, ditopang sinyal dovish dari Federal Reserve (The Fed), namun tertahan penguatan dolar AS menjelang rilis data inflasi penting Amerika Serikat pekan ini. Sementara itu, harga perak masih bertahan di dekat level tertinggi sepanjang masa.
Melansir Reuters, Kamis (18/12), harga emas spot turun tipis 0,1% ke level US$4.334,70 per ounce pada pukul 05.34 GMT, setelah sempat menguat lebih dari 1% pada akhir perdagangan Rabu. Kontrak berjangka emas AS juga melemah 0,2% ke posisi US$4.365,40 per ounce.
Indeks dolar AS bertahan di level penguatannya setelah menyentuh posisi tertinggi hampir satu pekan pada Rabu, sehingga membatasi ruang kenaikan harga emas yang dibanderol dalam mata uang dolar AS.
Sementara itu, harga perak spot naik 0,3% ke US$66,48 per ounce, setelah pada sesi sebelumnya mencetak rekor tertinggi di US$66,88 per ounce. Sepanjang tahun ini, harga perak telah melonjak sekitar 130%, melampaui kenaikan emas yang tercatat sekitar 65%. Lonjakan tersebut ditopang permintaan industri yang kuat, minat investasi yang stabil, serta pasokan yang semakin ketat.
Sejumlah analis memperkirakan harga perak berpotensi menguji level US$70 per ounce pada tahun depan, terutama jika pemangkasan suku bunga AS terus berlanjut dan menopang minat terhadap logam mulia.
“Pernyataan Waller mengindikasikan bahwa The Fed masih dapat mempertahankan siklus pemangkasan suku bunga yang sedang berjalan. Hal ini menjadi faktor pendukung bagi emas dan perak saat ini,” ujar Analis Pasar Senior OANDA, Kelvin Wong. Namun, ia menambahkan bahwa aksi ambil untung berpotensi muncul pada level harga saat ini.
Gubernur The Fed, Christopher Waller, sebelumnya menyatakan bahwa bank sentral masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga di tengah pasar tenaga kerja yang mulai melambat. Ia juga menegaskan akan “sepenuhnya” mempertahankan independensi The Fed jika mendapat tantangan, di tengah penantiannya menjalani wawancara dengan Presiden AS Donald Trump terkait suksesi Ketua The Fed Jerome Powell.
Data yang dirilis awal pekan ini menunjukkan tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,6% pada November, lebih tinggi dari perkiraan jajak pendapat Reuters sebesar 4,4% dan menjadi level tertinggi sejak September 2021.
The Fed pekan lalu telah memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya sekaligus terakhir tahun ini sebesar 25 basis poin. Pasar kini memperkirakan akan ada dua kali tambahan pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin pada 2026.
Aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas umumnya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga yang lebih rendah.
Pelaku pasar kini menantikan rilis Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS untuk November yang dijadwalkan keluar Kamis waktu setempat, disusul data indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat.
Di sisi lain, harga platinum melonjak 2,9% ke US$1.952,90 per ounce, yang merupakan level tertinggi dalam lebih dari 17 tahun terakhir. Adapun harga palladium naik 1,1% ke level US$1.666,44 per ounce, mendekati posisi tertinggi dalam hampir tiga tahun.
Tinggalkan Komentar
Komentar