periskop.id - Harga emas dunia diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam waktu dekat. Pergerakan tersebut dipengaruhi oleh dinamika pasar global serta kebijakan suku bunga di Amerika Serikat.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan harga emas dunia pada akhir pekan ditutup di level tertentu. Sementara itu, harga logam mulia di dalam negeri yang umumnya merujuk pada emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam juga mengikuti perkembangan harga emas global.

“Harga emas dunia Sabtu pagi ditutup di Rp5.021 per troy ounce, kemudian logam mulianya ditutup di Rp2.997.000 per gram,” kata Ibrahim dalam keterangan tertulisnya.

Ia menjelaskan bahwa apabila harga emas mengalami koreksi, terdapat sejumlah level support yang menjadi perhatian pelaku pasar. Level tersebut diperkirakan dapat menahan penurunan harga dalam jangka pendek.

“Seandainya terkoreksi, support pertama itu di Rp4.973 per troy ounce, logam mulianya itu di Rp2.972.000 per gram,” ujarnya.

Selain itu, terdapat level support berikutnya yang menjadi acuan apabila tekanan jual terus berlanjut. Kondisi ini dapat terjadi jika sentimen global masih menekan pergerakan emas.

“Kalau seandainya terjadi koreksi, kembali di support kedua yaitu di Rp4.922 per troy ounce, logam mulianya di Rp2.920.000 per gram,” kata Ibrahim.

Di sisi lain, jika harga emas dunia mengalami kenaikan, terdapat level resisten yang diperkirakan akan diuji pasar. Pergerakan tersebut juga dapat mendorong kenaikan harga logam mulia di dalam negeri.

“Apabila harga emas dunia naik, resisten pertama itu di Rp5.078 per troy ounce,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam sepekan ke depan terdapat peluang kenaikan harga emas dunia. Dalam kondisi tersebut, harga logam mulia juga diperkirakan tetap berada di level tinggi.

“Dalam satu minggu kemungkinan emas dunia itu di Rp5.158 per troy ounce, logam mulianya di Rp3.100.000 per gram,” kata Ibrahim.

Menurutnya, harga logam mulia di dalam negeri berpotensi bertahan di atas level tertentu seiring tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi harga emas di pasar domestik.

“Kemungkinan besar logam mulia itu masih bertahan di level Rp3.000.000 disebabkan oleh melemahnya mata uang rupiah,” ujarnya.