periskop.id – Plt Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Zainal Arifin mengonfirmasi rancangan Peraturan Presiden terkait pembentukan Organisasi Pelaksana Program Energi Nuklir (NEPIO) telah sampai di Sekretariat Negara (Setneg).
"Terkait NEPIO saat ini sudah ada di Setneg, Pak, karena kemarin malam saya diinfo. Jadi, kemarin malam saya diinfo (dokumen) sudah di Setneg, nah ini kita menunggu, tentunya menunggu dari Presiden," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa (10/2).
Zainal menjelaskan kehadiran NEPIO sangat krusial untuk menyelaraskan langkah antar-kementerian dan lembaga (K/L) dalam merealisasikan program energi nuklir nasional.
Wadah organisasi ini akan menjadi komando utama agar seluruh instansi pemerintah memiliki visi sejalan dalam penyelesaian masalah teknis maupun regulasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
"Salah satunya agar semua KL itu bisa sejalan dalam hal menyelesaikan permasalahan, maka dibentuklah NEPIO," jelasnya.
Dalam struktur organisasi tersebut, Bapeten nantinya akan menempati posisi strategis sebagai pengamat nuklir independen untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama.
Sejalan dengan proses legalisasi NEPIO, persiapan teknis di lapangan terus dikebut oleh pemerintah.
Zainal mengungkapkan pihaknya telah memetakan potensi calon tapak PLTN yang mengerucut pada dua lokasi utama di Kalimantan Barat.
"Yaitu Pantai Gosong dan Pantai Menggris. Pantai Gosong ada di Kalimantan Barat," paparnya.
Proses saat ini sudah memasuki tahap sosialisasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di sekitar lokasi tapak.
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menyambut positif progres regulasi ini, namun mengingatkan pemerintah agar cermat dalam memilih mitra teknologi.
Politisi Senayan tersebut menekankan faktor geopolitik harus menjadi pertimbangan matang mengingat persaingan ketat antara teknologi Amerika Serikat, China, dan Rusia.
"Kita juga tidak ingin gegabah di dalam menentukan sumber daripada teknologi nuklir itu sendiri," katanya.
Bambang menilai kesiapan NEPIO akan menjadi sinyal kuat keseriusan Indonesia menuju era energi baru yang lebih bersih dan efisien.
Tinggalkan Komentar
Komentar