Periskop.id - Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) baru saja merilis data terbaru mengenai perkiraan subsidi untuk bahan bakar fosil di berbagai negara.
Laporan ini mencakup subsidi yang dikonsumsi langsung oleh pengguna akhir maupun yang digunakan sebagai input dalam proses pembangkitan listrik sepanjang tahun 2024.
Dalam menyusun analisis ini, IEA menggunakan basis data subsidi bahan bakar fosil dengan pendekatan yang disebut sebagai price gap. Metode ini merupakan cara paling umum yang digunakan untuk mengukur nilai subsidi konsumsi secara akurat di tingkat global.
Memahami Metode Price Gap dalam Perhitungan Subsidi
Pendekatan price gap dilakukan dengan membandingkan harga rata-rata yang dibayar oleh konsumen akhir dengan harga acuan yang mencerminkan biaya penuh dari pasokan energi tersebut.
Selisih harga atau price gap inilah yang menunjukkan keberadaan subsidi dari pemerintah. Secara sederhana, rumus yang digunakan oleh IEA untuk menghitung nilai subsidi pada suatu produk dalam sebuah perekonomian adalah:
Subsidi = (Harga Acuan - Harga Pengguna Akhir) x Jumlah yang Dikonsumsi
Adanya selisih antara harga pasar internasional dengan harga yang dipatok pemerintah di tingkat domestik menjadi indikator utama besaran dana yang harus dikeluarkan negara untuk menyokong kebutuhan energi warganya.
Daftar Negara dengan Subsidi BBM Keseluruhan Terbesar 2024
Berdasarkan rincian subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara keseluruhan baik untuk pengguna akhir (pemilik kendaraan pribadi maupun umum) maupun sebagai input pembangkitan listrik, Iran menempati posisi puncak.
Indonesia sendiri berada di peringkat keempat dunia dengan nilai subsidi yang menembus puluhan miliar dolar Amerika Serikat.
Berikut adalah 15 negara dengan subsidi BBM keseluruhan tertinggi pada tahun 2024:
| Peringkat | Negara | Nilai Subsidi (US$ Miliar) |
|---|---|---|
| 1 | Iran | 43,22 |
| 2 | China | 31,26 |
| 3 | India | 27,66 |
| 4 | Indonesia | 23,45 |
| 5 | Rusia | 21,41 |
| 6 | Arab Saudi | 21,27 |
| 7 | Mesir | 15,76 |
| 8 | Aljazair | 12,07 |
| 9 | Irak | 8,37 |
| 10 | Malaysia | 7,17 |
| 11 | Libya | 5,55 |
| 12 | Kazakhstan | 3,52 |
| 13 | Nigeria | 2,46 |
| 14 | Angola | 2,38 |
| 15 | Venezuela | 2,33 |
Indonesia Peringkat Dua Dunia untuk Subsidi BBM Kendaraan
Hal yang cukup mengejutkan terlihat pada rincian subsidi yang diberikan secara spesifik untuk kendaraan pribadi maupun umum.
Dalam kategori ini, posisi Indonesia melonjak ke peringkat kedua dunia, hanya terpaut di bawah Iran. Hal ini menunjukkan bahwa porsi terbesar dari subsidi BBM di Indonesia dialokasikan untuk sektor transportasi.
Berikut adalah daftar negara dengan subsidi spesifik kendaraan pribadi tertinggi tahun 2024:
| Peringkat | Negara | Nilai Subsidi (US$ Miliar) |
|---|---|---|
| 1 | Iran | 35,82 |
| 2 | Indonesia | 12,68 |
| 3 | Arab Saudi | 12,27 |
| 4 | Rusia | 12,09 |
| 5 | Mesir | 10,63 |
| 6 | Aljazair | 9,52 |
| 7 | Malaysia | 5,61 |
| 8 | Irak | 5,09 |
| 9 | Libya | 4,95 |
| 10 | Venezuela | 2,05 |
| 11 | Nigeria | 1,75 |
| 12 | Kazakhstan | 1,61 |
| 13 | Angola | 1,42 |
| 14 | Turkmenistan | 1,30 |
| 15 | Ekuador | 0,88 |
Tinggalkan Komentar
Komentar