periskop.id - Sutradara Ari Aster ternyata sudah menulis naskah prekuel untuk film horor ikoniknya, Hereditary (2018). Meski naskah itu sudah ada, ia mengaku belum menemukan alasan kuat untuk mengubahnya menjadi film.

Pengakuan ini disampaikan Aster dalam sesi tanya jawab seusai pemutaran Hereditary di Egyptian Theatre, seperti dilaporkan Variety pada Senin (8/6). Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian penggemar horor di seluruh dunia.

Advertisement

Hereditary sendiri merupakan debut penyutradaraan film panjang Aster yang dirilis perdana di Sundance Film Festival pada Januari 2018. Film itu dibintangi Toni Collette, Alex Wolff, Milly Shapiro, dan Gabriel Byrne, serta diakui sebagai salah satu karya horor paling berpengaruh dalam satu dekade terakhir.

Apa Isi Naskah Prekuel Hereditary Ari Aster?

Aster mengonfirmasi keberadaan naskah tersebut secara langsung di hadapan penonton. "Saya menulis prekuel untuk film ini," ujarnya dalam sesi diskusi yang dipantau Gold Derby.

Namun ia tak banyak memberi detail soal isi cerita. "Rasanya tidak pernah ada waktu yang tepat. Ini prekuel, bukan sekuel, jadi saya tidak tahu ke mana arahnya," ungkap Aster.

Pernyataan itu mengindikasikan bahwa proyek tersebut masih jauh dari tahap produksi. Aster tampaknya belum yakin bagaimana arah naratif yang tepat untuk memperluas semesta Hereditary ke masa lalu.

Ari Aster Tolak Label Elevated Horror

Dalam sesi yang sama, Aster juga meluapkan ketidaksukaannya terhadap istilah elevated horror, label yang kerap disandingkan dengan namanya bersama Jordan Peele dan Robert Eggers.

"Saya benci istilah elevated horror, terutama karena itu semacam kotak yang disematkan kepada saya dan penggemar horor merasa tersinggung," kata sutradara Midsommar tersebut secara tegas.

Bagi Aster, pengkotak-kotakan semacam itu justru kontraproduktif. Alih-alih mengapresiasi karya, label tersebut dinilainya memicu pemisahan yang tidak perlu antara film horor "serius" dan horor pada umumnya.

Proses Produksi Hereditary yang Penuh Tekanan

Aster juga membuka sisi kelam di balik proses pembuatan Hereditary. Ia mengisahkan bahwa sineas Danny DeVito sempat berupaya mendanai film itu, namun rencana tersebut pada akhirnya tidak terlaksana.

Pembiaya yang kemudian mengambil alih justru membawa pengalaman yang sangat menyiksa baginya. "Film itu berada di tangan seorang pembiaya yang, bagaimana kita mengatakannya? Lebih buruk," papar Aster, yang enggan menyebut nama figur tersebut.

"Benar-benar mimpi buruk. Saya telah menyerahkan hidup saya kepadanya, saya telah menyerahkan film ini kepadanya. Dia memegang kendali penuh atas saya. Itu adalah salah satu masa tergelap dalam hidup saya, menyelesaikan film ini dan mencoba melindunginya, mencegahnya meledak begitu saja," tutur Aster.

Di balik segala tekanan itu, Hereditary justru berhasil melampaui ekspektasi secara komersial. Film dengan bujet produksi US$10 juta tersebut meraup pendapatan US$90 juta secara global, sekaligus mendapat sambutan hangat dari para kritikus film.

Hingga kini, belum ada konfirmasi apakah naskah prekuel Hereditary akan benar-benar diproduksi. Penggemar tentu berharap Aster suatu saat menemukan "waktu yang tepat" yang selama ini ia cari.