Periskop.id - Direktur Utama PT Rangkai Kreativitas Indonesia Redemptus Rangga Aditya mendesak pemerintah membeli tiket film secara langsung ketimbang memberikan hibah kepada pelaku industri. Usulan itu disampaikan sebagai bentuk dukungan konkret yang dinilai lebih berdampak bagi ekonomi perfilman nasional.
Rangga memaparkan, dukungan pemerintah yang selama ini berbentuk hibah cenderung hanya menyentuh kalangan tertentu, tanpa benar-benar menggerakkan roda ekonomi di sisi penonton. Menurutnya, pembelian tiket secara langsung akan memberi dampak instan kepada pembuat film.
"Apa dukungan yang kami rasa bisa paling berdampak? Beli tiket aja deh nonton. Nggak usah fokus masalah pajaknya dulu dan sebagainya," kata Rangga dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Panitia Kerja Kreativitas dan Distribusi Film Indonesia di Komisi VII DPR RI, Jakarta, Senin (22/6).
Ia menjelaskan, mekanisme bagi hasil di platform Rangkai membuat setiap pembelian tiket langsung mengalir ke kreator. Skema itu dinilai lebih transparan dibandingkan model hibah yang menurutnya kerap hanya dinikmati segelintir pihak.
"Karena tiketnya itu langsung bagi hasil kok, 50-50. Bahkan bisa lebih, kita bisa lebih kecil, filmmaker bisa bernegosiasi," ujarnya.
Rangga menegaskan, pasar bagi industri film bisa diciptakan lewat stimulus pembelian, bukan semata mengandalkan bantuan dana. Ia menyebut, dukungan semacam ini perlu menjangkau filmmaker secara langsung, bukan hanya kelompok yang sudah mapan dan biasa mendapat akses hibah.
"Jadi bukan hanya mendukung orang kaya mendapatkan hibah. Tidak, tidak. Kalau orang kaya hibah, kami sendiri yang mendapat hibah. Mestinya pemerintah beli tiketnya aja, filmmaker langsung dapat kok," ujarnya.
Pernyataan itu muncul dalam sesi pendalaman bersama anggota Komisi VII DPR yang menanyakan bentuk dukungan konkret yang bisa diberikan negara kepada platform seperti Rangkai. Salah satu anggota Komisi VII bahkan menawarkan diri untuk membantu menyosialisasikan skema pembelian tiket itu kepada DPR di berbagai daerah.
Rangkai sendiri merupakan platform penayangan digital lokal yang berdiri sejak 2021, dengan model bagi hasil di mana setiap transaksi sewa tontonan langsung disalurkan kepada kreator. Hingga saat ini, Rangkai telah menayangkan sekitar 190 judul dari total 240 koleksi yang dimiliki, dengan harga tiket berkisar Rp5.000 sampai Rp20.000 per judul.
Rangga menutup penjelasannya dengan menegaskan komitmen Rangkai untuk tidak menjadi penghalang baru bagi sineas lokal dalam menjangkau penonton.
"Kami tidak ingin menjadi gatekeeping. Kami tidak ingin menjadi another bottleneck," pungkas Rangga.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar