Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melaporkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah mencapai Rp159,8 triliun hingga 12 Juli 2026. Angka tersebut setara 54,2% dari target tahunan sebesar Rp295 triliun.

Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting memaparkan, dana yang sudah tersalurkan itu dinikmati sekitar 2,5 juta pelaku usaha. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan progres yang cukup baik menjelang paruh kedua tahun ini.

"Penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai Rp103,2 triliun atau 64,6% dari target. Kami harapkan bisa melewati angka target 65%," ungkap Loto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, dikutip Selasa (14/7).

Dari total penerima manfaat, sebanyak 1,1 juta orang tercatat sebagai debitur baru yang baru pertama kali mengakses KUR. Jumlah tersebut sudah memenuhi 83,5% dari proyeksi tahunan pemerintah.

Di sisi lain, pelaku usaha yang berhasil naik kelas dan lulus dari program atau disebut debitur graduasi tercatat sebanyak 511.208 orang. Realisasi ini setara 46,2% dari target yang ditetapkan.

Skema KUR tahun ini memang dirancang dengan prioritas alokasi 65% khusus untuk sektor produksi. Selain itu, pemerintah juga menargetkan penciptaan 1,3 juta nasabah baru serta mendorong 1,1 juta nasabah lama agar mandiri dan naik kelas.

KUR sendiri merupakan skema pinjaman berbunga rendah dari pemerintah dengan plafon maksimal Rp500 juta per pelaku usaha.

Loto menyebutkan, Kementerian UMKM juga menjalankan sejumlah program alternatif di luar KUR untuk memperluas akses modal bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Salah satunya lewat inisiatif Accelerating Capital Resources for Medium Enterprises (ACCESS).

Program ACCESS telah menyalurkan pendanaan senilai Rp53,3 miliar bagi 56 pelaku usaha menengah hingga akhir 2025. Penyaluran ini terwujud berkat kolaborasi dengan delapan institusi keuangan mitra.

Selain ACCESS, ada pula program Bisnis Layak Funding (BISLAF) yang berada di bawah Deputi Bidang Usaha Kecil. Program ini bekerja sama dengan Inotek dan sudah mengawal 200 pelaku UMKM hingga mengantongi kucuran modal Rp13,65 miliar.

Kementerian UMKM turut menyelenggarakan program bimbingan permodalan yang disinergikan dengan program perumahan rakyat, dengan target sasaran 300 UMKM. Hingga triwulan I 2026, sudah ada 16 pelaku usaha yang lolos tahap kurasi awal, dan dua di antaranya telah merampungkan pelatihan digitalisasi manajemen keuangan.